Dipicu Kabar Dual Listing Ini, Saham Merdeka Battery (MBMA) Melesat Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) disebut tengah mengkaji penjualan depositary receipts atau listing saham di bursa saham Hong Kong. Aksi penghimpunan dana ini mengikuti langkah sejumlah perusahaan tambang Indonesia yang tengah menjajaki penggalangan dana di Hong Kong.
Rumor tersebut memicu lompatan harga saham MBMA sebanyak Rp 40 (7,84%) menjadi Rp 550 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.30 WIB, Selasa (8/9/2026). Kenaikan harga juga diikuti dengan peningkatan volume transaksi.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Emisi Obligasi Rp 2,33 Triliun, Tawarkan Kupon hingga 10,5%
Mengutip Bloomberg, sejumlah pihak yang mengetahui informasi tersebut menyebutkan bahwa ukuran dan waktu pelaksanaan penawaran saham Merdeka Battery (MBMA) masih dalam penjajakan. Kesepakatan belum final, sehingga belum ada jaminan transaksi akan terlaksana.
Saat ini, beberapa perusahaan Indonesia tengah mempertimbangkan penghimpunan dana di Hong Kong. Langkah tersebut dilakukan ketika pasar saham domestik menghadapi penurunan likuiditas dan imbal hasil yang rendah.
Berdasarkan data, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI telah melemah 23% sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut menjadikan IHSG sebagai indeks dengan kinerja terburuk di antara indeks-indeks utama di kawasan Asia-Pasifik.
Baca Juga
Menuju Produsen Nikel Terbesar RI, Begini Target Arus Kas dan Harga Saham Merdeka Battery (MBMA)
Langkah MBMA akan mengikuti jejak PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang sebelumnya telah sukses menghimpun sekitar HK$ 2,4 miliar atau US$ 306 juta melalui penjualan depositary receipts di bursa Hong Kong pada Juni lalu. Sebagaimana diketahui MBMA dan EMAS dikuasai induk yang sama, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Selain Merdeka Gold Resources, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga disebut tengah mempertimbangkan pencatatan saham di Hong Kong, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Merdeka Battery (MBMA) telah menjadi salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia. Perusahaan memiliki tambang dan fasilitas pengolahan utama di Pulau Sulawesi. Namun, saham Merdeka Battery telah turun sekitar 10,5% sepanjang tahun ini, seiring penurunan harga logam.
