Alamtri Resources (ADRO) Siap Masuki Fase Baru Pertumbuhan, Target Harga Saham Menarik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Peningkatan kapasitas aluminium dan ketahanan marjin bisnis batu bara metalurgi menjadi katalis utama terhadap pertumbuhan kinerja keuangan dan harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Perseroan juga didukung kas internal besar.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ADRO dengan target harga Rp 3.800. ADRO layak menjadi saham pilihan didukung tiga faktor utama, yakni operasi batu bara metalurgi yang sangat menguntungkan, neraca keuangan yang kuat, serta pertumbuhan pendapatan jangka menengah yang substansial dari peningkatan produksi aluminium.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, volume penjualan alimunium ADRO tahun 2026 diproyeksikan mencapai 280 ribu ton dengan asumsi biaya tunai dinaikkan menjadi US$ 2.337 per ton. Asumsi penjualan aluminium 2027 diperkirakan meningkatan pesat menjadi 500 ribu ton, seiring dengan membaiknya utilisasi.
Baca Juga
Sucor Sekuritas menilai smelter aluminium diperkirakan mulai memberikan kontribusi pendapatan yang semakin berarti sejak semesgter II-2026 hingga seterusnya. Peningkatan kontribusi aluminium tersebut juga berpotensi mengurangi ketergantungan ADRO terhadap batu bara metalurgi.
Peningkatan kapasitas smelter sekaligus menjadi awal dari fase pengembalian atas investasi hilir grup. “Dengan dukungan neraca keuangan yang kuat, aset-aset baru ADRO diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pendapatan dan efisiensi modal ketika mencapai kondisi operasi yang stabil,” tulisnya.
Sedangkan segmen bisnis batu bara metalurgi, Sucor Sekuritas menyebutkan, penjualan tahun 2026-2027 diturunkan menjadi masing-masing 6,3 juta ton dan 6,5 juta ton, dari sebelumnya 6,6 juta ton dan 7 juta ton. Sementara itu, asumsi ASP tetap dipertahankan pada US$ 160 per ton. Sedangkan asumsi biaya tunai menjadi US$ 84,2 per ton pada 2027.
Hingga kuartal II-22026, segmen bisnis batu bara masih menjadi pendorong utama pendapatan ADRO. Volume penjualan batu bara meningkat 14% qoq dan 4% yoy menjadi 1,67 juta ton. Pada saat yang sama, realisasi rata-rata harga jual (ASP) meningkat 24% yoy menjadi US$ 185,9 per ton.
Di sisi biaya, biaya tunai di luar royalti tetap terkendali pada US$ 71,2 per ton sepanjang semester I-2026 atau turun 1% yoy meskipun produksi meningkat.
Baca Juga
Laba Alamtri Resources (ADRO) Melonjak 68,87% di Semester I-2026, Nilainya Segini
Kondisi tersebut mendorong marjin EBITDA kuartal II-2026 melebar menjadi 52%, dibandingkan 42% pada periode yang sama tahun sebelumnya dan 43% pada kuartal I-2026. “Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya pengungkit operasional ADRO terhadap kenaikan harga batu bara metalurgi,” tulisnya.
Laba Lampaui Target
Terkait kinerja keuangan, Andreas Yordan Tarigan mengatakan, ADRO membukukan laba bersih pada hingga kuartal II-2026 sebanyak US$ 309 juta atau melonjak 77% secara tahunan (yoy). Capaian tersebut setara dengan 60% dari perkiraan laba 2026 Sucor Sekuritas dan 48% dari konsensus.
Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan batu bara bersamaan dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP), serta pengelolaan biaya yang disiplin. Pendapatan ADRO pada kuartal II-2026 meningkat sebanyak 11% yoy dan 12% secara kuartalan (qoq) menjadi US$ 999 juta. Meskipun demikian, realisasi pendapatan per semester I-2026 baru mencapai 35% dari perkiraan setahun penuh Sucor Sekuritas.
Baca Juga
“Kami memperkirakan kontribusi yang lebih kuat akan diraih perseroan pada semester II-2026, seiring dengan peningkatan kapasitas pabrik peleburan aluminium atau smelter. Tren pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari realisasi kuartal II tahun ini,” tulis riset Andreas.
Sucor Sekuritas juga memperkirakan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) ADRO akan meningkat dari sekitar 8% pada 2025 menjadi 16% pada 2030. Perbaikan tersebut sejalan dengan mulai memberikan kontribusi yang lebih berarti dari modal yang baru-baru ini dikerahkan.
