Restrukturisasi Obligasi Disetujui, Waskita (WSKT) Optimistis Suspensi Saham Dibuka
JAKARTA, investortrust.id – Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk perpanjangan tenor kemarin. Persetujuan ini membuka peluang bagi saham WSKT untuk kembali diperdagangkan setelah sebelumnya mengalami suspensi.
Direktur Keuangan WSKT Wiwi Suprihatno mengatakan, perseroan akan melanjutkan upaya penguatan struktur keuangan dengan mengutamakan transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Master Restructuring Agreement (MRA) yang sebelumnya telah disepakati bersama 21 bank.
Baca Juga
Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 97,99%, Waskita Kejar Target Rampung Agustus 2026
Sejak akhir 2023, Waskita Karya telah berhasil memangkas utang sebesar 20,8% menjadi Rp66,5 triliun dari sebelumnya sekitar Rp84 triliun. Selain itu, perseroan mencatat penurunan utang vendor past due hingga 97,1% dalam kurun waktu sekitar empat tahun. Utang tersebut turun dari Rp2,13 triliun pada 2022 menjadi Rp48 miliar pada semester I 2026.
“Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur,” kata Wiwi dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Tak hanya itu, seluruh kewajiban pajak past due juga telah diselesaikan. Dengan demikian, sejak 2024 Waskita Karya tidak lagi memiliki utang pajak past due. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Pendapatan Naik
Dari sisi kinerja keuangan, Waskita membukukan pendapatan usaha Rp4,92 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 58,49% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,1 triliun.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Bagikan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun, Nilai per Saham Segini
“Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi dari proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional,” tuturnya. Sejalan dengan perbaikan kinerja tersebut, Waskita masih memperoleh kepercayaan untuk menggarap berbagai proyek strategis.
Wiwi mengatakan Nilai Kontrak Baru (NKB) yang berhasil dihimpun perseroan hingga Juni 2026 telah mencapai Rp5,1 triliun. Perolehan tersebut terutama berasal dari sektor konektivitas dengan kontribusi 45,6%, disusul infrastruktur air sebesar 21,7%.
“Kami selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan, sebagai bagian dari manajemen risiko. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka,” ungkap dia.
