Saham TGUK Disebut Bakal Bangkit, Transformasi Bisnis hingga Investor Strategis Jadi Perhatian
JAKARTA, investortrust.id – Prospek harga saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) menjadi perhatian, seiring transformasi bisnis yang mulai berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Perubahan model bisnis melalui ekspansi ke perdagangan dan pengolahan daging beku membuka peluang bagi TGUK untuk memperbesar skala bisnisnya disebut akan menjadi titik balik saham ini ke depan.
Pada semester I 2026, TGUK mencatatkan penjualan sebesar Rp 327,35 miliar, sedangkan laba bersih mencapai Rp 2,50 miliar. Kinerja tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika Perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 8,44 miliar. Menarik, bisnis daging memberikan kontribusi sebesar Rp 325,33 miliar atau sekitar 99,38% dari total pendapatan TGUK.
Baca Juga
BEI Buka Suspensi Saham MDIA, ALKA, dan TGUK, Kini Giliran DOOH Disetop Sementara
Transformasi bisnis tersebut mulai terlihat sejak perseroan memperluas kegiatan usaha ke perdagangan daging sapi dan unggas, meat processing, serta wholesale food & beverage. Ekspansi ini membuat TGUK memiliki eksposur langsung terhadap pasar protein Indonesia. Sedangkan pelanggan utama perseroan adalah anak usaha PT Estetika Tata Tiara Tbk (BEEF), seperti PT Wasesa Hewani Anugerah, PT Sari Berkat Abadi, PT Raska Anugerah Utama, dan PT Teknologi Grosir Anugerah.
Perubahan skala bisnis menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pergerakan harga saham TGUK ke depan. Perseroan kini memiliki operating platform dengan skala ratusan miliar rupiah hanya dalam satu semester. Peluang pertumbuhan tersebut akan semakin terbuka apabila manajemen mampu mempertahankan throughput, memperbesar basis pelanggan, serta mengembangkan jaringan distribusi. TGUK berpeluang bertransformasi dari perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai small consumer brand menjadi national protein distribution platform dengan pasar yang lebih luas.
Baca Juga
Saham Platinum Wahab (TGUK) Mendadak ARA, Ternyata Ada Informasi Penting Ini
Selain transformasi bisnis, rencana perubahan pengendali juga menjadi perhatian dalam prospek TGUK. Saat ini, belum terdapat perubahan komposisi pemegang saham perseroan. Namun, Visionary Capital Global (VCG) telah melakukan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris melalui perwakilan yang ditunjuk sesuai ketentuan dan persetujuan yang berlaku. VCG juga disebut akan menggelar Mandatory Tender Offer (MTO) saham TGUK serta menyelesaikan pengambilalihan kepemilikan saham PT Dinasti Kreatif Indonesia (DKI).
Prospek saham TGUK juga akan didukung tiga langkah strategis yang akan dieksekusi tahun ini, yaitu penyelesaian akuisisi resmi untuk mengukuhkan posisi VCG sebagai pengendali, pelaksanaan tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) saham public setelah perubahan pengendali, dan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right sssue) untuk mendanai ekspansi mulai dari produksi hingga jaringan distribusi.
