Sinyal The Fed Dorong Bitcoin ke US$ 81.000, Namun Hati-hati Ada Likuidasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) menembus level US$81.000 setelah pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Penguatan tersebut sekaligus memicu likuidasi posisi short kripto (lonjakan harga yang memaksa posisi jual ditutup) sekitar US$58 juta hanya dalam satu jam.
Bitcoin mencatatkan level tertinggi harian baru dalam perdagangan Jumat (4/9/2026) dini hari waktu Asia. Pernyataan Waller ditafsirkan pelaku pasar sebagai sinyal berkurangnya peluang pengetatan kebijakan moneter tambahan, sehingga memberikan sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya relatif untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding assets). Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Kenaikan harga kemudian memicu tekanan terhadap trader yang mengambil posisi short. Dalam waktu sekitar 60 menit, posisi short kripto senilai US$58 juta terlikuidasi karena kerugian melampaui batas margin, sehingga bursa menutup posisi secara otomatis.
Baca Juga
Bitcoin Menguat, Transaksi INDODAX Naik 16% Jadi Rp 8,7 Triliun pada Agustus
Kondisi tersebut memicu short squeeze, yakni situasi ketika kenaikan harga memaksa pelaku pasar yang bertaruh terhadap penurunan harga untuk menutup posisi. Penutupan posisi short dapat menciptakan tekanan beli tambahan dan memperkuat kenaikan harga dalam waktu singkat.
Namun, tekanan beli yang berasal dari likuidasi posisi derivatif berbeda dengan permintaan baru di pasar spot. Karena itu, penguatan yang dipicu likuidasi berpotensi bersifat sementara dan dapat meningkatkan volatilitas apabila momentum tersebut tidak diikuti arus modal baru.
Pergerakan Bitcoin juga menunjukkan sensitivitas aset kripto terhadap ekspektasi kebijakan moneter AS. Sebelumnya, Bitcoin sempat menghadapi tekanan setelah pejabat The Fed Kevin Warsh merespons data inflasi dengan pernyataan yang dinilai lebih skeptis.
Meski demikian, komentar Waller belum menandai perubahan resmi arah kebijakan The Fed. Pelaku pasar masih akan mencermati data ekonomi dan komunikasi pejabat bank sentral berikutnya untuk memperkirakan arah suku bunga.
Baca Juga
Muktamar ke-35 NU Putuskan Bitcoin Sah Sebagai Aset dan Alat Transaksi
Level US$81.000 kini menjadi perhatian pasar sebagai ambang psikologis. Kemampuan Bitcoin bertahan di atas level tersebut akan menjadi salah satu indikator apakah momentum penguatan dapat berlanjut setelah tekanan likuidasi mereda.
Selain sentimen The Fed dan aktivitas derivatif, investor juga akan mencermati arus dana ke produk investasi Bitcoin, termasuk ETF Bitcoin spot. Arus dana yang berkelanjutan dapat menjadi indikator apakah kenaikan harga didukung permintaan yang lebih kuat atau hanya akibat aktivitas perdagangan ber-leverage.
Dari sisi fundamental jaringan, perubahan harga Bitcoin akibat sentimen makro tidak mengubah mekanisme protokol. Penerbitan Bitcoin tetap mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, sedangkan tingkat kesulitan penambangan (difficulty) disesuaikan secara berkala untuk menjaga waktu pembentukan blok mendekati 10 menit.
