IHSG Sesi I Melemah 0,28%, Sebaliknya Saham SQMI dan BELI Kembali Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (2/9/2026),ditutup melemah 18,49 poin (0,28%) menjadi 6.581. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengaan pembukaan pasar yang sempat melesat.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 1,79%, industri turun 1,21%, infrastruktur 1,06%, energi 0,60%, konsumer non primer 0,36%, hingga properti 0,49%. Sebaliknya kenaikan pesat melanda saham teknologi 3,83% dan keuangan 0,47%.
Baca Juga
Meski IHSG berbalik melemah, sejumlah saham dipimpin SQMI torehkan lompatan harga 29,41% menjadi Rp 110, SAPX naik 24,54% menjadi Rp 270, BELI naik 24,54% menjadi Rp 406, KKES menguat 22,22% menjadi Rp 110, dan TNCA menguat 21,69% menjadi Rp 202.
Kemarin, IHSG catatkan kenaikan sebanyak 74,46 poin (1,14%) ke tertinggi baru lebih dari tiga bulan level 6.599,94 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,02 triliun yang penyumbang terbanyak saham BBRI senilai Rp 841,01 miliar dan BBCA mencapai Rp 435,35 miliar.
Baca Juga
Danantara, VKTR, dan BNBR Resmi Teken Kerjasama Kendaraan Listrik Komersial
Kenaikan indeks hari ini ditopang penguatan pesat saham BREN 3,01%, TPIA 2,30%, BRPT 2,52%, dan CUAN melambung 11,04%. Kenaikan juga ditopang saham BUMI 7,29%, BBRI naik 4%, BBCA naik 1,93%, BMRI naik 2,13%, dan BBNI naik 0,26%. Penguatan juga didukung hampir seluruh sektor saham, terbesar industri naik 3,71% dan energi menguat 2,30%.
Di tengah rekor tersebut, sejumlah saham ini berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu SQMI naik 34,92% menjadi Rp 85, KKES naik 34,33% menjadi Rp 90, SAFE naik 25% menjadi Rp 875, AIMS naik 25% menjadi Rp 505, BSIM naik 25% menjadi Rp 1.100, PTSP menguat 24,73% menjadi Rp 1.135, GTRA menguat 24,55% menjadi Rp 274, dan BELI melesat 24,43% menjadi Rp 326.
