Tetapkan Harga Rights issue Saham, Cakra Buana (CBRE) Bidik Dana hingga Rp 1,27 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) akan menggelar penerbitan saham baru dengan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dengan target dana Rp 1,27 triliun. Perseroan akan menerbitkan saham sebanyak 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen CBRE dalam prospectus ringkas di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa CBRE akan menawarkan sebanyak-banyaknya 11,79 miliar saham baru atau setara dengan 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham baru tersebut ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 108 per saham, sehingga total dana yang bisa diraup Rp 1,27 triliun.
Baca Juga
Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada 4 November 2026 berhak memperoleh 260 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru CBRE dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham.
Manajemen CBRE menyebutkan bahwa PT Omudas Investment Holdco (OIH) sebagai pemilik 2,774 miliar saham CBRE atau 61,13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh berhak memperoleh 7,212 miliar HMETD. OIH menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan akan mengalihkan sebagian HMETD kepada sejumlah pihak.
HMETD tersebut akan dialihkan kepada PT Garuda Nusantara Mineral (GNM) sebanyak 2,845 miliar HMETD, PT Saga Investama Sedaya (SIS) sebanyak 1,778 miliar HMETD, Yafin Tandiono Tan sebanyak 1,565 miliar HMETD, serta Hilong Shipping Holding Limited (HSIL) sebanyak 711,31 juta HMETD.
Baca Juga
Cakra Buana (CBRE) Ungkap Kontrak Rp 4,3 triliun, Rights Issue Jumbo, hingga Pemegang Saham Baru
Sementara itu, PT Republik Capital Indonesia (RCI), yang memiliki 422,24 juta saham atau 9,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh CBRE, berhak atas 1,098 miliar HMETD. RCI juga menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan mengalihkannya kepada GNM sebanyak 433,08 juta HMETD, SIS sebanyak 270,68 juta HMETD, Yafin sebanyak 238,20 juta HMETD, serta HSIL sebanyak 108,27 juta HMETD.
CBRE juga menambahkan GNM merealisasikan HMETD dengan bentuk konversi hak tagih menjadi penyertaan modal seluruhnya Rp 354,06 miliar, setara dengan US$ 20 juta. SIS menyatakan komitmen melaksanakan 2,049 miliar HMETD dengan mengonversi hak tagih menjadi penyertaan modal Rp 221,29 miliar.
Yafin juga berkomitmen melaksanakan 1,803 miliar HMETD melalui konversi hak tagih mencapai Rp 194,73 miliar, setara USD11 juta. HSIL menyatakan komitmen melaksanakan 819,58 juta HMETD dengan mengonversi hak tagih mencapai Rp 88,52 miliar, setara USD5 juta. “Dengan demikian, GNM, SIS, Yafin, dan HSIL secara keseluruhan menyatakan komitmen melaksanakan sekitar 7,95 miliar HMETD melalui aksi PMHMETD I CBRE,” tulisnya.
