IHSG Ditutup Naik 1,14% Rekor Tiga Bulan, Saham BBRI Jadi Motor Pendongkrak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/9/2026) atau hari perdana September 2026, ditutup melambung sebanyak 74,46 poin (1,14%) ke tertinggi baru lebih dari tiga bulan level 6.599,94. Rentang pergerakan 6.525-6.608 dengan nilai transaksi Rp 18,58 triliun.
Penutupan kali ini menjadi rekor tertinggi IHSG BEI lebih dari tiga bulan terakhir atau terhitung sejak 18 Mei 2026. Lompatan kali ini ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti emiten Prajogo Pangestu dan empat saham big bank.
Baca Juga
Kontribusi Bisnis Sampah Melejit, TOBA Kian Lepas dari Batu Bara
Kenaikan indeks ditopang penguatan pesat saham BREN 3,01%, TPIA 2,30%, BRPT 2,52%, dan CUAN melambung 11,04%. Kenaikan juga ditopang saham BUMI 7,29%, BBRI naik 4%, BBCA naik 1,93%, BMRI naik 2,13%, dan BBNI naik 0,26%.
Kenaikan juga ditopang penguatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industri 3,71%, saham energi 2,30%, teknologi 2,90%, keuangan 1,48%, saham kesehatan 1,38%, konsumer primer 0,89%, konsumer non primer 0,28%, dan saham properti 0,46%. Sebaliknya penurunan melanda saham infrastruktur 0,12% dan material dasar 0,56%.
Di tengah rekor tersebut, sejumlah saham ini berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu SQMI naik 34,92% menjadi Rp 85, KKES naik 34,33% menjadi Rp 90, SAFE naik 25% menjadi Rp 875, AIMS naik 25% menjadi Rp 505, BSIM naik 25% menjadi Rp 1.100.
Baca Juga
ARA juga melanda saham PTSP menguat 24,73% menjadi Rp 1.135, GTRA menguat 24,55% menjadi Rp 274, dan BELI melesat 24,43% menjadi Rp 326. Meski tak ARA, saham NZIA naik 24,31% menjadi Rp 179, COCO melambung 20,70% menjadi Rp 129 dan SMBR naik 18,48% menjadi Rp 193.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 7,36 poin (0,11%) menjadi 6.525 disertai dengan net sell jumbo, terbanyak saham CPIN senilai Rp 681,85 miliar, EMAS mencapai Rp 189,36 miliar, dan BUKA mencapai Rp 129,43 miliar. Kenaikan indeks ditopang penguatan saham sektor industri 1,46%, sektor energi 1,12%, sektor infrastruktur 0,64%, sektor keuangan 0,67%, sektor transportasi 0,47%, konsumer non primer 0,29%, dan sektor konsumer primer 0,21%.
Sedangkan saham dengan penguatan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu KOTA naik 34,16% menjadi Rp 216, ASLI naik 25% menjadi Rp 310, BSIM menguat 24,82% menjadi Rp 880, FORU naik 24,62% menjadi Rp 2.480, dan KICI menguat 24,37% menjadi Rp 296. Meski tak ARA, saham SRSN melambung 31,08% menjadi Rp 97 dan LIFE naik 17,46% menjadi Rp 9.925.
