Laba Adaro Andalan (AADI) Melonjak, Sahamnya Masih Berpeluang Naik 23,56%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berhasil torehkan lompatan harga mengesankan mencapai 19,07% menjadi Rp 10.925 dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga tersebut juga sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kinerja keuangan AADI sepanjang semester I-2026 atau melampaui estimasi.
Adaro Andalan (AADI) mencatatkan peningkatan pendapatan usaha menjadi US$ 2,54 miliar pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,39 miliar. Laba usaha juga meningkat dari US$ 609,01 juta menjadi US$ 666,54 juta.
Baca Juga
Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba periode berjalan naik 8,96% dari US$ 481,28 juta menjadi US$ 524,43 juta. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik 10,51% dari US$ 428,68 juta menjadi US$ 473,76 juta.
Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Vanessa Taslim mengatakan, torehaan laba bersih yang dapat diatribusikan sebanyak 10% menjadi US$ 473,8 juta di semester I-2026 berada di atas proyeksi, terutama ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Salurkan Pinjaman hingga US$ 100,8 Juta ke Affiliasi Ini
“Kenaikan ASP menjadi faktor utama yang menopang kinerja laba AADI pada semester I-2026. ASP AADI meningkat 10% secara tahunan, bandingkan volume penjualan yang turun 1% yoy. Kinerja tersebut membawa laba bersih AADI berada di atas perkiraan Mandiri Sekuritas,” tulis rise tersebut.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AADI dengan target harga Rp 13.500 per saham. Dengan demikian, terbuka potensi penguatan harga saham hingga 23,56% dari harga penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini level Rp Rp 10.925.
