Ajaib Bakal Temui Menko Airlangga, Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi Finansial
JAKARTA, investortrust.id – Komisaris Utama Ajaib Andi Gani Nena Wea mengatakan Ajaib akan berdiskusi dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pekan ini guna mendukung pengembangan pasar saham Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Ajaib berencana mendorong pemerintah memperkuat dukungan terhadap program edukasi finansial bagi generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting sejalan dengan basis pengguna Ajaib yang mayoritas merupakan investor muda dan pemula.
"Kalau kita mencoba meminta pada pemerintah untuk lebih mendukung program-program edukasi finansial untuk para generasi muda. Karena hampir 80% pengguna kami adalah anak muda, para pemula," kata Andi dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Baca Juga
Ajaib Raup Suntikan Rp 4,8 Triliun dari SBI Holdings, Ini Penggunaannya
Andi mengatakan, edukasi finansial yang diberikan Ajaib tidak hanya menyasar pengguna dengan nilai investasi besar. Perusahaan juga mendampingi investor pemula agar dapat mengembangkan investasinya secara bertahap, mulai dari nilai kecil hingga lebih besar. Saat ini, jumlah pengguna Ajaib telah mencapai tujuh juta orang dengan mayoritas merupakan investor ritel.
Sementara itu, Co-Founder dan CEO Ajaib Anderson Sumarli menilai, reformasi pasar modal yang dilakukan regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan dampak positif terhadap upaya membangun pasar modal yang lebih transparan.
"Yaitu mungkin dari segi price finding. Ataupun dari segi untuk menjaga keamanan dari segi retail yang ikutan masuk ke dalam pasar modal kita," ujar Anderson.
Baca Juga
Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp 1, CEO Ajaib Sambut Positif Kebijakan BEI
Menurut Anderson, reformasi pasar modal tersebut juga berpotensi membawa pasar saham Indonesia masuk ke jajaran lima besar pasar modal global apabila diterapkan secara tepat.
Saat ini, pasar saham Indonesia disebut berada di posisi 15 besar secara global. Anderson menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan posisi tersebut melalui kebijakan yang tepat dan pengembangan produk pasar modal.
"Sebetulnya peluang kita bisa naik ke top 5 kalau kita mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan produk-produk di pasar modal Indonesia sekarang masih ada banyak yang kita bisa kembangkan," ungkap dia.
