Kekayaan Prajogo Melesat dari BREN, Tapi Tidak dengan BRPT
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) justru terpuruk dalam dua hari perdagangan, meski saham anak usahanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menggelar listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, mencetak penguatan hingga auto reject atas (ARA).
Berdasarkan data BEI, saham BRPT ditutup anjlok Rp 105 (8,14%) menjadi Rp 1.185. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.175-1.310. Sedangkan dihitung sejak kemarin, saham BRPT telah anjlok 14,83% dari Rp 1.355 menjadi Rp 1.185 dalam dua hari terakhir atau sejak listing perdana saham anak usahanya.
Baca Juga
Saham Barito Renewables (BREN) Lagi-lagi ARA, Kini Market Cap Melesat ke Peringkat Sembilan
Sebaliknya BREN berhasil mencatatkan penguatan hingga ARA dalam dua hari terakhir. Saham BREN kini telah melesat dari level Rp 780 menjadi Rp 1.250 atau telah melesat 60,25% dalam dua hari terakhir.
Lompatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham perseroan merangkak naik ke posisi top 10 atau peringkat ke 9, tepat berada di bawah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Baca Juga
Keenam Saham Ini Melesat hingga ARA Saat IHSG Naik, Berikut Daftarnya
Berdasarkan data Prajo Pangestu merupakan pengendali utama kedua saham ini. Prajogo melalui Barito Pacific (BRPT) tercatat sebagai pengendali utama dengan kepemilikan sebanyak 64,67% saham BREN. Sisanya dikuasi GE sebanyak 23,61% saham BREN. Sisanya dimiliki Jupoter Tiger Holdinsg 4,36%, Prime Hill Fund 4,36%, dan investor public 3%.
Sebagaimana diketahui Prajogo Pangestu merupakan pengendali 71,17% saham BRPT, sehingga secara tidak langsung dirinya menjadi pemegang saham utama BREN. Prajogo juga pengendali saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Baca Juga
Meski Masuk UMA Pekan Lalu, Saham Destinasi (PDES) Kembali Cetak ARA
Sebagaimana diketahui TPIA merupakan perusahaan petrokimia besar di Indonesia dan perseroan tercatat sebagai emiten yang masuk top 10 market cap di BEI. BRPT juga didukung kapitalisasi pasar yang besar dengan peringkat masuk top 15.
Prajogo Pangestu sendiri merupakan orang paling kaya nomor empat di Indonesia setelah Low Tuck Kwong, R Budi Hartono, dan Michael Hartono. Forbes real time menyebutkan nilai kekayaannya mencapai US$ 9,8 miliar. Dirinya juga tercatat sebagai orang kaya peringkat 200 di dunia.

