Laba Alamtri Resources (ADRO) Melonjak 68,87% di Semester I-2026, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan entitas anak membukukan kenaikan laba periode berjalan sebesar 68,87% menjadi US$ 329,20 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$ 194,94 juta.
Manajemen ADRO dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa kenaikan laba periode berjalan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kinerja operasional perseroan. Pendapatan usaha mencapai US$ 999,24 juta pada semester I-2026, naik dari US$ 857,69 juta pada semester I-2025.
Baca Juga
Seiring pertumbuhan pendapatan, perseroan membukukan laba bruto US$ 422,68 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 284,27 juta. Sementara itu, laba usaha melonjak menjadi US$ 381,76 juta, dari sebelumnya US$ 203,33 juta.
Di sisi lain, beban usaha tercatat sebesar US$5 8,35 juta, dibandingkan US$ 60,35 juta pada semester I-2025. Pendapatan lain-lain neto mencapai US$ 17,43 juta, berbalik dari posisi negatif US$ 20,60 juta pada periode sebelumnya.
Alamtri Resources (ADRO) juga mencatatkan penghasilan keuangan US$30,44 juta, sementara biaya keuangan sebesar US$ 29,76 juta. Perseroan turut membukukan bagian atas keuntungan neto ventura bersama sebesar US$ 33,55 juta, berbalik dari kerugian US$3,86 juta pada semester I-2025.
Baca Juga
Utang AS Membengkak, Ray Dalio Sarankan Investor Pegang Emas dan Bitcoin
Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi US$ 415,996 juta, dibandingkan US$ 248,825 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun beban pajak penghasilan tercatat sebesar US$ 86,80 juta.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha mendorong laba periode berjalan Alamtri Resources Indonesia pada semester I-2026 mencapai US$329,20 juta, lebih tinggi dibandingkan US$194,94 juta pada semester I-2025.
Total asset ADRO juga meningkat dari US$ 6,81 miliar menjadi US$ 7,80 miliar. Total ekuitas naik dari US$ 5 miliar menjadi US$ 5,12 miliar. Sedangkan kas dan setara kas akhir periode turun dari US$ 1,06 miliar menjadi US$ 978,22 miliar.
