Adaro (ADRO) Tetapkan Spesial Dividen Tunai US$ 2,62 Miliar dan Ganti Nama Jadi Alamtri Resources
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) putuskan penambahan nilai dividen tunai final sebesar-besarnya sampai US$ 2,62 miliar. Jumlah ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (LB) yang diselenggarakan pada Senin (18/11/2024).
Total dividen tersebut berkisar Rp 41,54 triliun dengan asumsi 1 USD setara dengan Rp 15.800. Dengan jumlah beredar sebanyak 30,75 miliar saham ADRO, maka nilai dividen tersebut berkisar Rp 1.350 per saham. RUPSLB juga menyetujui perombakan nama PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Cetak Laba US$ 1,32 Miliar hingga Kuartal III-2024
Sebelumnya, dalam RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada 15 Mei 2024, Adaro menetapkan dividen tunai final senilai US$ 400 juta yang sudah dibayarkan pada 5 Juni 2024. Bila dibandingkan jumlah dividen tunai pada RUPST, nilai dividen yang dibahas pada RUPSLB kali ini, setara 657,34% atau 6,5 kali lipat, dibandingkan jumlah dividen yang disetujui sebelumnya.
Per 31 Desember 2023, Adaro Energy Indonesia mencatatkan total saldo laba sebesar US$ 5,22 miliar dengan nilai saldo laba belum dicadangkan per tanggal yang sama, sebesar US$ 5,15 miliar.
Bila dikurangi jumlah dividen tunai final yang disepakati pada 15 Mei 2024, Adaro memiliki sisa saldo laba yang belum dicadangkan sebesar US$ 4,75 miliar. Sisa tersebutlah yang kemudian dibahas dalam RUPSLB Adaro hari ini.
Baca Juga
RUPSLB tersebut dilaksanakan di Cyber 2 Tower lantai 26, Jl HR Rasuna Said Blok X-5 Nomor 13, Jakarta Selatan. Mata acara pertama yang ditetapkan perseroan adalah persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final.
“Perseroan memiliki saldo kas internal secara konsolidasian yang cukup untuk melaksanakan pembagian dividen tunai. Namun demikian, dalam rangka pengelolaan dana kas internal dan arus kas perseroan yang efisien, tidak menutup kemungkinan perseroan juga dapat menggunakan pendanaan pihak ketiga jangka pendek untuk pembayaran sebagian dari dividen tunai,” jelas manajemen Adaro dikutip dari undangan RUPSLB pada keterbukaan informasi bursa.
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, perseroan merencanakan pembagian tambahan dividen tunai final agar para pemegang saham ADRO, atas pilihannya sendiri, dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AADI).
Pembelian saham IPO tersebut, dapat dilakukan melalui pelaksanaan Penawaran Umum Oleh Pemegang Saham berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 76/POJK.04/2017 tentang Penawaran Umum Oleh Pemegang Saham (“PUPS”) oleh Perseroan.
Baca Juga
Selanjutnya dalam mata acara kedua, Adaro juga mengajukan persetujuan untuk melakukan perubahan nama perseroan dan dengan demikian mengubah Pasal 1 ayat (1) anggaran dasar perseroan.
Rencana perubahan nama perseroan merupakan salah satu langkah perseroan memperkenalkan identitas baru Adaro sebagai entitas induk yang akan lebih berfokus pada bisnis hijau dan pengembangan proyek-proyek ramah lingkungan.
Pilar bisnis yang akan dijalani Adaro setelah berubah nama adalah pilar bisnis Adaro Minerals dan Adaro Green. Hal ini dilakukan setelah terjadinya pemisahan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya, melalui pelaksanaan PUPS.

