3 Sinyal Pemulihan Kripto Menguat, Tapi Belum Terbukti Solid
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin kuat dalam sepekan terakhir. Kapitalisasi pasar kripto tercatat naik sekitar 22%, dengan aset utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan.
Melansir BeInCrypto, Rabu (26/8/2026), penguatan tersebut juga mulai didukung sejumlah indikator permintaan. Tapi, belum semua indikator memberikan konfirmasi solid. Arus stablecoin memang mulai membaik, aliran dana ke exchange traded fund (ETF) kripto meningkat, dan tekanan jual dari investor Amerika Serikat (AS) mulai mereda.
Meski begitu, sejumlah indikator masih berada di zona yang menunjukan kehati-hatian. Kondisi ini mengindikasikan bahwa reli kripto mulai mendapatkan tenaga, tapi belum sepenuhnya terbukti sebagai pemulihan yang berkelanjutan.
Baca Juga
Sentimen Kripto Berbalik, ETF Bitcoin Catat Arus Masuk 6 Hari Beruntun
Berikut tiga sinyal yang menunjukkan perbaikan pasar kripto:
1.Arus Stablecoin Mulai Berbalik Positif
Salah satu sinyal pemulihan terlihat dari pergerakan stablecoin menuju bursa kripto. Arus masuk stablecoin dapat menunjukkan meningkatnya likuiditas yang berpotensi digunakan untuk membeli aset kripto. Sebaliknya, arus keluar biasanya mengurangi likuiditas yang tersedia untuk perdagangan.
Analis CW8900 mencatat arus stablecoin mulai melemah setelah April. Kondisi tersebut kemudian didominasi arus keluar, bersamaan dengan penurunan harga Bitcoin yang sempat bergerak menuju sekitar US$ 58.000.
Namun, pola tersebut kini mulai berubah. Arus keluar stablecoin menyusut dan arus masuk mulai muncul. Kondisi ini mengindikasikan pasar semakin dekat dengan perubahan menuju tren net inflow.
“Selama dana terus mengalir masuk, pasar akan mempertahankan tren bullish. Dan ketika tren aliran dana masuk berhenti, pasar akan mengalami koreksi,” katanya.
2.Dana ETF Kripto Mulai Mengalir ke Lebih Banyak Aset
Sinyal kedua datang dari produk ETF kripto di AS. Permintaan institusional mulai meningkat seiring pemulihan pasar. Pada 24 Agustus 2026, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar US$ 337,56 juta. ETF Ethereum juga membukukan inflow US$ 115,57 juta.
Permintaan bahkan mulai meluas ke aset kripto lainnya. Produk ETF Solana (SOL) mencatat arus masuk US$ 33,49 juta, menjadi nilai harian terbesar sejak 15 Desember 2025. Sementara ETF XRP mencatat inflow US$ 13,82 juta.
Pergerakan tersebut menunjukkan minat investor terhadap produk investasi kripto mulai meluas, tidak hanya terkonsentrasi pada Bitcoin dan Ethereum. Namun, pemulihan tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan sebelumnya. Analis Darkfost mencatat ETF kripto masih berada dalam posisi net seller sepanjang 2026. Kepemilikan ETF Bitcoin bahkan disebut telah berkurang sekitar 92.000 BTC sejak awal tahun.
“Meskipun Saylor telah menghentikan pembeliannya selama beberapa minggu terakhir, ETF terus mengakumulasi aset. Selama 30 hari terakhir, permintaan ETF telah meningkat sekitar 26.000 BTC. ini menandai perkembangan yang jelas, membantu menata permintaan jangka pendek,” katanya, dalam sebuah postingan di platform X.
“Meski begitu, sejak awal tahun 2026, ETF tetap menjadi penjual bersih secara keseluruhan, turun sekitar -92.000 BTC. Diperlukan beberapa minggu lagi seperti minggu lalu untuk mendapatkan kembali level BTC yang dimiliki sebelum tahun 2026,” sambung Darkfost.
3.Tekanan Beli Investor AS Mulai Pulih, tapi Masih Negatif
Indikator ketiga terlihat dari Coinbase Premium Index, yang mengukur perbedaan harga aset kripto antara Coinbase dan Binance. Indeks positif biasanya menunjukkan investor AS bersedia membayar harga lebih tinggi, yang mencerminkan tekanan beli yang lebih kuat.
Sebaliknya, indeks negatif menunjukkan permintaan dari pasar AS masih relatif lemah. Saat ini, indeks tersebut mulai bergerak mendekati level netral. Premium Ethereum berada di sekitar -0,004, sedangkan Bitcoin sekitar -0,014. Keduanya telah membaik dibandingkan pertengahan Agustus ketika masing-masing berada di sekitar -0,10.
Namun, kedua indikator tersebut masih berada di bawah nol. Data CryptoQuant juga menunjukkan Coinbase Premium Bitcoin dan Ethereum telah berada di zona negatif sejak awal Mei. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kenaikan harga belum otomatis berarti permintaan dari investor AS telah kembali sepenuhnya. Bahkan, Bitcoin sempat mencatat premium sekitar 0,0027 pada awal Mei sebelum kembali mengalami penurunan.
Baca Juga
INDODAX Gandeng Bank INA, Hadirkan Kartu Co-Brand untuk Pengguna Aset Kripto
Pemulihan Mulai Terlihat
Secara keseluruhan, tiga indikator tersebut menunjukkan arah yang lebih konstruktif bagi pasar kripto. Likuiditas stablecoin mulai membaik, arus dana ETF kembali meningkat dan meluas ke sejumlah alternative coin (altcoin), sementara tekanan beli dari investor AS mulai pulih.
Namun, belum ada satu pun indikator yang memberikan konfirmasi sempurna. Arus stablecoin baru mendekati perubahan menuju net inflow berkelanjutan. ETF kripto masih mencatat posisi net seller sepanjang tahun, sedangkan Coinbase Premium Index tetap berada di zona negatif.
Kondisi tersebut membuat reli pasar kripto saat ini lebih tepat disebut sebagai pemulihan yang sedang menguat, bukan pemulihan yang sudah sepenuhnya solid.
