IHSG Intraday Sesi II Lanjut Terbang ke 6.500, Level Tertinggi dalam Tiga Bulan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki intraday sesi II, Kamis (20/8/2026), sentuh level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir 6.501 setelah torehkan kenaikan 107 poin (1,62%) hingga pukul 13.40 WIB. Level ini tercatat sebagai posisi tertinggi IHSG terhitung sejak 19 Mei 2026.
Penguatan tersebut ditopang lompatan mayoritas sektor saham, khususnya sektor material dasar 3,56%. Kenaikan lebih dari 1% melanda saham sektor energi, industry, consumer primer, consumer non primer, kesehatan, teknologi, dan infrastruktur.
Lompatan harga tersebut juga disumbangkan penguatan pesat saham big cap, seperti AMMN, MLPT, HRTA, INDY, BRMS, ARCI. Kenaikan pesat juga melanda saham MORA, CIBDK, ANTM hingga BYAN.
Baca Juga
Lippo General (LPGI) Cetak Kinerja Keuangan Rekor di Semester I 2026, Ekuitas Rp 1,09 Triliun
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRUk menguat 25% menjadi Rp 775, ALKA naik 24,84% menjadi Rp 4.020, dan COIN naik 24,82% menjadi Rp 880.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 55,70 poin (0,86%) menjadi 6.394 disertai dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 933,53 miliar. Net buy terbesar didukung adanya crossing saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari pemodal domestic ke pemodal asing melalui pasar negosiasi dengan nilai Rp 1,47 triliun.
Penurunan IHSG kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 1,21%, konsumer primer 1,05%, konsumer non primer 0,96%, industry 0,79%, energi 0,71%, keuangan 0,52%, teknologi 0,62%, transportasi 0,20%, dan kesehatan 0,76%. Sebaliknya penguatan dicatatkan property 0,39% dan infrastruktur 0,43%.
Baca Juga
IHSG Sesi I Terbang 1,47% Dekati Level 6.500, Saham Komoditas Emas Jadi Penyumbang Utama
Tekanan IHSG juga dipicu kejatuhan saham besar ini, yaitu BYAN turun 9,41%. Pelemahan juga melanda saham emiten Haji Isam, seperti PGUN, JARR, TEBE, dan FAST. Penurunan juga dipicu pelemahan saham AMMN, INDY, hingga TKIM.
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut justru berhasil cetak lompatan harga, seperti FUJI naik 25% menjadi Rp 260, TIFA naik 24,84% menjadi Rp 382, FPNI naik 24,42% menjadi Rp 540, WEGE naik 23,64% menjadi Rp 68, dan TRUS naik 20,41% menjadi Rp 472.

