IHSG Sempat Anjlok 2,28% Intraday Sesi I, BRI Sekuritas Prediksi Bisa Turun ke Level 5.900
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan koreksi tajam pada perdagangan sesi I, Rabu (20/5/2026) di tengah tekanan jual yang kuat di pasar.
IHSG dibuka pada level 6.352,202 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.459,556. Namun, tekanan jual yang intens membuat indeks berbalik ke zona merah.
Baca Juga
Prabowo di DPR: APBN Alat Perjuangan, SDA Harus untuk Rakyat
Pada pukul 11:22 WIB, IHSG melemah 2,28% sebelum akhirnya ditutup di level 6.333,17 pada sesi I perdagangan. Namun memasuki awal sesi II, IHSG mulai menuju zona hijau.
Tim riset BRI Sekuritas menilai tren bearish masih mendominasi pergerakan IHSG. Indikator MACD juga masih bergerak negatif dengan indeks sedang menguji area support di level 6.322.
Menurut BRI Sekuritas, apabila tekanan jual terus berlanjut, IHSG berpotensi bergerak turun menuju area support 6.100 hingga 5.900. Sementara itu, resistance terdekat diperkirakan berada di level 6.635.
Baca Juga
Ogah Harga Sawit hingga Nikel Ditentukan Negara Lain, Prabowo: Kita Tentukan Sendiri!
Sentimen pasar saat ini masih terfokus pada pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp17.723 per dolar AS. Kondisi tersebut dinilai memberikan tekanan terhadap aliran dana asing sekaligus meningkatkan kekhawatiran terjadinya capital outflow dari pasar emerging market, termasuk Indonesia.
Selain itu, rancangan penerapan regulasi ekspor satu pintu melalui entitas negara juga memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kontrol harga dan margin eksportir. Sentimen ini turut menekan saham-saham sektor komoditas.
Di sisi lain, keputusan FTSE Russell yang kembali menunda full index re-ranking dan penambahan initial public offering (IPO) hingga minimal September 2026 menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar saham domestik.

