Prabowo Klaim Keuntungan dan Dividen BUMN Naik Pascatransformasi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut dalam enam bulan ini BUMN telah melakukan sejumlah transformasi. Semenjak ada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, pemerintah mengoreksi keuntungan BUMN.
“Setelah kita koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi 186 triliun. Dividen bumn di 2024 adalah Rp 85,5 triliun,” kata Prabowo, saat Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI-DPD dan Rapat Paripurna DPR tentang RAPBN 2027, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan karena perbaikan yang dikerjakan, keuntungan BUMN pada 2025 mengalami kenaikan 75,3% menjadi Rp 326 triliun.
“Rp 326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” kata dia.
Baca Juga
Ekonom Sebut Dividen BUMN Rp 125 Triliun Ambisius, Bisa jika DPR Tinggi
Sementara itu, dari sisi dividen, Prabowo menyebut terjadi kenaikan setoran pada 2025. Pada tahun lalu, dividen BUMN mencapai Rp 138 triliun atau naik 160% secara tahunan. Angka ini sudah memperhitungkan dividen dikurangi dengan Penyertaan Modal Negara (PMN).
“Dividen BUMN 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai Rp 200, tanpa PMN, artinya dari 2024 sampai 2026 naik 4 kali,” kata dia.
Baca Juga
Dividen BUMN Dikelola Danantara, Kemenkeu Beri Sinyal Hilangkan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND)
Kinerja Sejumlah BUMN
Prabowo menjelaskan dalam enam bulan, sejumlah BUMN menghasilkan peningkatan keuntungan. PT Timah, kata Prabowo, telah mencapai keuntungan Rp 2,7 triliun atau 9 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, untung bersih PT Semen Indonesia juga naik 408,9%. Untung bersih PT Pupuk Indonesia menembus 252,8%. Neraca positif juga terjadi di PT Pertamina dengan naik 86% dan untung bersih PT Pegadaian mencapai 84,4%. Untung Pelindo juga naik 60,4% dan PT Perkebunan Nusantara naik 54,4%.
Sementara itu, Garuda Indonesia yang hampir dipailitkan pun mampu pulih. Prabowo mengatakan Garuda Indonesia berhasil reaktivasi pesawat yang di-grounded.
“Total pesawat yang berhasil direaktivasi 20 pesawat, sehingga menjadi 104 pesawat. Garuda Indonesia yang sekian tahun rugi kini ada harapan,” kata dia.
Prabowo menyebut Garuda Indonesia dapat meraup untung andai saja perang di Timur Tengah tak meletus di Juli 2026. “Kita berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” jelas dia.

