Listing Perdana, Saham Charlie Hospital (RSCH) Dibuka Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Perdagangan perdana saham PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) berhasil melesat, bahkan sempat menyentuh rekor auto reject atas (ARA) setelah menyentuh Rp 155 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/8/2023).
Namun selang beberapa menit transaksi, penguatan saham RSCH perlahan-lahan turun. Hingga pukul 09/24, saham RSCH hanya menguat Rp 18 (15,68%) menjadi Rp 133. Sedangkan pergerakan saham ini berada dalam rentang Rp 125-155.
Baca Juga
Tetapkan Harga IPO Rp 115, Perusahaan Crazy Rich (RSCH) Asal Jateng Ini Raup Dana Rp 60,95 Miliar
Perseroan sebelumnya berhasil menuntaskan penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham. RSCH menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp 115 dengan jumlah saham ditawarkan sebanyak 530.000.000 saham, sehingga total dana yang diraup berkisar Rp 60,95 miliar.
Dalam aksi ini, perseroan menunjuk Elit Sukses Sekuritas sebagai bagian dari penjamin emisi efek saham bersama PT Shinhan Sekuritas Indonesia. Adapun rincian penggunaan dana hasil IPO sebesar 48,92% akan digunakan perseroan untuk penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Charlie Hospital kedua yang berlokasi di Demak.
Direktur Utama Charlie Hospital Semarang Junianto mengatakan, perseroan akan fokus pada pengembangan Rumah Sakit Charlie Hospital Kendal dan Demak, Rumah Sakit baru perseroan yakni Rumah Sakit Charlie Hospital Demak akan menjadi rumah sakit kelas C dan memiliki kapasitas tempat tidur yang banyak.
Baca Juga
Lirik Menu Saham Pilihan CGS-CIMB Sekuritas Hari Ini, Ada PGEO, JSMR hingga ICBP
“Ke depan kami akan terus ekspansi dengan membangun Rumah Sakit baru sebagai bagian dari strategi jangka menengah panjang perseroan, untuk dapat meningkatkan nilai perusahaan dan meningkatkan daya saing Rumah Sakit,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (23/8/23).
Perseroan juga menargetkan Rumah Sakit Charlie Hospital Demak menjadi Rumah Sakit tipe C serta direncanakan akan beroperasi pada Juni 2023 dan memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 130 tempat tidur. “Perseroan menilai potensi Kabupaten Demak sebagai bagian dari aglomerasi Kota Semarang akan meningkat secara pesat, mengingat Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah,” ujar dia.

