IHSG Melesat 1,69% Jelang Hasil MSCI, Ada Sinyal Positif?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak melesat sebanyak 1,69% ke level 6.373,84 pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026). Penguatan IHSG terjadi menjelang pengumuman review MSCI yang dinantikan pelaku pasar.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji mengatakan, pelaku pasar mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham Indonesia, menyusul pengumuman resmi MSCI yang dijadwalkan berlangsung dini hari nanti.
“Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten,” kata Nafan saat dihubungi Investortrust.id, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga
IHSG Ditutup Melambung 1,69%, Saham Emiten Prajogo Dipimpin CUAN dan BREN Jadi Motor
Saham-saham konglomerasi Grup Barito milik Prajogo Pangestu sebagai top movers yang menyumbang poin kenaikan IHSG paling substansial, yaitu BREN menguat 13,29, CUAN menguat 20,83%, PTRO naik 11,58%, BRPT naik 7,14%, CDIA naik 8,89%, dan TPIA naik 4,35%. Kenaikan juga dditopang lomptan saham ISAT 14,42%, DSSA naik 5,82%, dan DCII naik 5,45%. Penguatan tidak hanya terjadi pada saham-saham Grup Barito.
Menurut Nafan, pelaku pasar juga melakukan bargain hunting dengan memanfaatkan koreksi tajam IHSG pada perdagangan Selasa (11/8/2026).
Baca Juga
Dipicu Ketidakpastian Going Concern, Saham COAL dan INCF Disuspensi
Selain hasil review MSCI, kenaikan indeks ditopang sikap pelaku pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) Juli yang diproyeksikan melandai menjadi 3,4% secara tahunan (year on year/yoy). Perlambatan inflasi tersebut dinilai dapat memperkuat ekspektasi terhadap sikap dovish The Fed.
Sementara dari domestik, pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah di mata investor institusi.
Faktor MSCI
Sementara itu, analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan bahwa MSCI Review yang berlangsung hari ini menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia.
Baca Juga
Asuransi Boleh Investasi Saham hingga 40%, Maksimal 10% pada Satu Emiten
Dalam kondisi foreign net sell yang telah mencapai sekitar Rp 95 triliun sepanjang tahun, setiap keputusan atau perubahan metodologi MSCI berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham-saham yang memiliki bobot besar dalam indeks.
“Investor juga masih mencermati perkembangan terkait kepastian Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia, terutama karena stabilitas rupiah dan arah kebijakan moneter akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor,” ujar Hendra.

