Lo Kheng Hong Mengaku Setia Investasi Saham Meski Bitcoin Melambung, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Investor kawakan pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong mengaku tidak berminat berinvestasi pada aset lain selain saham.
“Saya hanya berinvestasi di Bursa Efek Indonesia, saya tidak mau berinvestasi di tempat yang lain apalagi berlu kripto,” papar pria yang akrab disapa Pak Lo tersebut, di acara Penghargaan GI BEI Tahun 2024: Komitmen Pasar Modal Membangun Masa Depan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pekan ini.
Lo Kheng Hong mengatakan, dirinya lebih memilih membeli saham di Bursa Efek Indonesia daripada Bitcoin yang sedang naik saat ini, sebab saham memiliki underlying dan terdapat dividen yang diperoleh.
Baca Juga
Simak Petuah Lo Kheng Hong untuk Investor Muda yang Ingin Kaya
Lebih lanjut dia menuturkan bahwa, perusahaan yang menjadi tempat berinvestasi bisa menghasilkan laba untuknya.
Sedangkan, apabila berinvestasi di Bitcoin, ia tidak akan mendapatkan dividen dan risiko untuk mengalami kerugian semakin besar.
“Kalau kita berinvestasi saham di Bursa Efek Indonesia itu ada undelyingnya, ada dividennya kepada kita yang lebih besar dari bunga deposito. Kalau beli kripto kan nggak ada underlying-nya jadi bisa turun sampai ke 0,” jelasnya.
Baca Juga
Sementara itu, menurut catatan Investortrust.id pada Selasa (5/3/2024), Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren kenaikan harga yang mengesankan, hingga menembus titik tertinggi tahun ini yaitu pada angka US$68 ribu.
Angka ini melampaui rekor harga sebelumnya, dan BTC semakin mendekati puncak tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$ 69 ribu. Adapun, pada perdagangan hari ini (08/03/2024) pukul 08.46 harga BTC berada di level US$ 67.114 atau naik 0,31%.

