Dirut BEI Dukung Upaya ‘Regaining Investor Trust’ di Musyawarah Anggota AEI 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mendukung upaya penguatan kembali kepercayaan investor (regaining investor trust), yang menjadi fokus pembahasan di Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026.
Jeffrey menilai, upaya tersebut merupakan kunci untuk mewujudkan ambisi BEI menjadi salah satu pasar modal terbesar di dunia. Pasalnya dia meyakini, Indonesia punya potensi besar untuk meningkatkan skala pasar modal, meski masih menghadapi berbagai tantangan sepanjang 2026.
“Hari ini saja, dengan segala tantangan yang kita hadapi sepanjang tahun ini, nilai kapitalisasi pasar kita masih di angka Rp 11.000 triliun, menempati urutan ke-20 di dunia,” ujar Jeffrey di Grand Ballroom Kempinski, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, nilai transaksi harian BEI saat ini mencapai sekitar Rp 22,3 triliun atau setara US$1,2 miliar - US$1,3 miliar per hari yang menempati posisi ke-18 secara global.
Jeffrey mengatakan, BEI telah mencanangkan target ambisius dalam empat tahun ke depan. Kapitalisasi pasar ditargetkan mencapai Rp 30.000 triliun, sedangkan nilai transaksi harian diharapkan meningkat setidaknya menjadi Rp 35 triliun.
Selain itu, jumlah investor pasar modal ditargetkan menembus lebih dari 35 juta investor. Adapun kapitalisasi pasar diharapkan setara dengan sedikitnya 83% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Menurut Jeffrey, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kemampuan seluruh pelaku pasar dalam mengembalikan dan menjaga kepercayaan investor.
“Tentu untuk mencapai ini, apa yang menjadi tema kegiatan hari ini adalah kata kuncinya, bagaimana kita regaining investor trust,” tegasnya.
Dia mengatakan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) telah melakukan berbagai langkah dalam enam bulan terakhir untuk memperkuat kembali kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Baca Juga
Ketum AEI Armand: Dorong Emiten Tingkatkan Kompetensi Hadapi Tantangan Pasar Global
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dari sisi pertumbuhan basis investor domestik. Jeffrey mencatat jumlah investor pasar modal berdasarkan Single Investor Identification (SID) telah mencapai 30,2 juta investor.
Bahkan, sepanjang tahun ini telah terdapat sekitar 9,9 juta investor ritel baru. Pertumbuhan ini dianggap menunjukkan masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap prospek pasar modal Indonesia.
“Berarti 9,9 juta masyarakat Indonesia yang punya confidence, keyakinan, kepercayaan bahwa ke depan pasar modal Indonesia akan lebih baik,” imbuhnya.
Mantan Direktur Pengembangan BEI itu menilai, investor baru tersebut memiliki harapan bahwa investasi yang dilakukan saat ini dapat memberikan pertumbuhan nilai pada masa mendatang.
Di sisi lain, BEI juga berharap partisipasi investor institusi domestik terus meningkat. Sementara untuk investor asing, Jeffrey berharap berbagai langkah yang dilakukan selama enam bulan terakhir dapat mendorong investor asing kembali masuk ke pasar modal Indonesia.
Pasalnya, investor asing telah mencatatkan arus dana keluar (outflow) lebih dari Rp 70 triliun sepanjang Januari-Juli 2026. BEI berharap investor asing tidak hanya kembali, tetapi masuk dengan nilai yang jauh lebih besar.
Dorong Emiten Masuk Indeks Global
Dalam kesempatan yang sama, Jeffrey turut mengutarakan harapannya agar semakin banyak perusahaan anggota AEI yang mampu menjadi konstituen indeks global. “Kami akan memberikan support untuk itu,” tandasnya.
BEI mengaku terus berkomunikasi dengan investor asing dan penyedia indeks global untuk meyakinkan mereka bahwa pasar modal Indonesia bergerak ke arah yang benar.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan pasar modal, termasuk para emiten. Jeffrey pun mencatat bahwa transparansi, tata kelola perusahaan, serta integritas pasar merupakan aspek yang harus dijaga secara bersama-sama untuk membangun kembali kepercayaan investor.
Karena itu, dia meminta dukungan AEI dan seluruh perusahaan tercatat untuk bersama-sama mewujudkan visi menjadikan pasar modal Indonesia lebih besar dan berdaya saing di tingkat global.
