IHSG Ditutup Anjlok 0,69%, Sebaliknya Saham GIAA dan GMFI justru Terbang
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026), ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37. Rentang pergerakan 6.362-6.462 dengan nilai transaksi Rp 15,96 triliun.
Penurunan indeks berbanding terbalik dengan intraday sesi I yang sempat melambung lebih dari 50 poin. Penurunan aksi ambil untung (frotit taking) mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,37%, sektor infrastruktur 1,25%, industry 0,74%, energi 0,68%, property 0,38%, dan teknologi 0,36%,
Baca Juga
Heboh Masjid Istiqlal Masuk Bursa, Ini Penjelasan BEI dan OJK
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 33,33% menjadi Rp 72, anak usaha GIAA, GMFI, naik 31,48% menjadi Rp 71, SULI naik 27,78% menjadi Rp 115, STAR naik 24,81% menjadi Rp 332, IOTF naik 24,53% menjadi Rp 66, dan ROCK naik 24,27% menjadi Rp 2.330.
Pekan lalu, IHSG ditutup naik sebanyak 173,52 poin (2,78%) menjadi 6.409. Bahkan, kenaikan IHSG BEI tertinggi diantara pasar saham Asean. Penopang utama penguatan tersebut berasal dari kenaikan saham DCII sebanyak 7,42%, kenaikan BBRI 2,96%, dan AMMN sebanyak 7,32%.
Baca Juga
Kenaikan juga didukung penguatan seluruh sektor saham, tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar dengan penguatan 6,43%, sektor energi naik 4,60%, sektor property naik 4,02%, sektor konsumer non primer 3,32%, dan sektor kesehatan menguat 4,19%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, pemodal asing terpantau merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 695,17 miliar sepanjang pekan ini atau pekan pertama Agustus 2026. Dominasi net buy terjadi di pasar regular, bandingkan dengan pekan sebelumnya dengan net buy sebanyak Rp 7,10 triliun yang didominasi pasar negosiasi.

