ITSEC Asia (CYBR) Resmi Buka Cyber & AI Academy, Bidik Penguatan Talenta Digital Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Indonesia untuk memperkuat kompetensi talenta di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Akademi tersebut menghadirkan ratusan modul pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan praktis industri.
CEO ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, pengembangan talenta menjadi kunci untuk menghadapi risiko keamanan siber sekaligus memanfaatkan peluang AI. Menurutnya, kedua bidang tersebut perlu dikembangkan secara beriringan.
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Luncurkan Bronyx AI, Pengujian Keamanan Siber Kini Cukup Hitungan Jam
“Jika kita melihat keamanan siber sebagai risiko masa kini, maka kita perlu melatih mereka untuk mengatasi risiko saat ini. Dan kita perlu melatih mereka tentang AI untuk peluang masa depan,” kata Patrick saat peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Patrick menilai Indonesia memiliki banyak talenta potensial yang perlu mendapatkan akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
ITSEC Academy diharapkan menjadi salah satu platform untuk mendorong lahirnya talenta, inovasi, dan ekosistem digital baru di Indonesia. Menurut Patrick, penguatan kompetensi keamanan siber dan AI menjadi penting seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Kunci Keamanan Siber
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, penguatan talenta menjadi salah satu kunci dalam membangun arsitektur keamanan siber nasional.
Oleh karena itu, materi pelatihan perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi agar talenta di perguruan tinggi dapat mengejar perubahan teknologi yang cepat. “Yang paling penting di sini adalah talenta, bagaimana kita bisa memperkuat arsitektur keamanan siber kita secara nasional,” ujar Nezar pada kesempatan yang sama.
Nezar mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) juga memiliki program AI Talent Factory yang dapat diselaraskan dengan ITSEC Cyber & AI Academy. Program tersebut saat ini telah berjalan bersama Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan akan diperluas ke sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Baca Juga
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan pentingnya pembangunan manusia di samping penguatan infrastruktur digital.
Menurut Stella, keamanan siber dan kedaulatan data tidak dapat dijaga hanya dengan membangun infrastruktur. “Kalau manusianya tidak mengerti bagaimana menyimpan data, tidak mengerti bagaimana menggunakannya, tidak mengerti bagaimana mengumpulkannya, kita akan banyak kecolongan,” katanya.
Stella juga mengingatkan bahwa keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kementerian tertentu. Setiap individu yang mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan data juga memiliki peran dalam menjaga keamanan data di Indonesia.

