BEI: Laba Emiten Kuartal I-2026 Tumbuh 32%, LQ45 Naik 14%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan kinerja keuangan emiten tercatat tumbuh hampir 32% pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif tersebut juga tercermin pada emiten yang tergabung dalam indeks LQ45, dengan pertumbuhan laba yang diklaim mencapai sekitar 14%.
“Secara fundamental, baik ekonomi maupun perusahaan tercatat, kinerjanya positif. Kalau berkaca kenapa indeks mengalami koreksi, dalam jangka pendek sempat mengalami volatilitas,” kata Senior Analyst BEI ikrian Naufal H dalam Media Connect Samuel Sekuritas di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
BEI juga mencatat sekitar 74% dari seluruh perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih. Adapun sekitar 24% perusahaan masih mencatatkan rugi bersih.
Secara sektoral, Naufal menyebut emiten LQ45 yang mencatat pertumbuhan paling signifikan berasal dari sektor barang baku. Berdasarkan data BEI, sektor tersebut membukukan pertumbuhan laba bersih tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
Meski demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan mengalami kontraksi pada kuartal II/2026. Menanggapi hal itu, Naufal menilai kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor sehingga perlu dilihat lebih rinci berdasarkan segmen usaha masing-masing emiten di sektor barang baku.
Baca Juga
Dony Oskaria: Kinerja Emiten BUMN Masih Solid, Jadi Penopang Stabilitas Pasar Modal
“Kalau misalnya kita menghubungkan dengan data BPS, sektor barang baku itu sangat luas, jadi akan tidak fair kalau kita hubungkan data BPS, tapi semestanya sangat luas. Sementara, LQ45 spesifik hanya beberapa emiten saja. Misalkan tambang, tapi logam-logam lainnya tidak masuk,” ungkap Naufal.
Lebih lanjut, Naufal mengatakan prospek pasar masih bergantung pada meredanya berbagai ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, apabila tekanan tersebut mulai berkurang, maka kinerja emiten tercatat berpotensi kembali bergerak lebih normal.
“Apabila kinerja emiten LQ45 itu bisa tumbuh di kuartal II atau semester II di 2026 ini. Dan balik lagi, semuanya tergantung dengan kinerja fundamental masing-masing emiten. Apabila kondisi global mendukung, tentu akan mendukung kinerja perusahaan itu sendiri,” tuturnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/20260), indeks LQ45 berada di level 640,29 menguat 1,49% dibandingkan posisi sebelumnya di 630,86. Penguatan tersebut ditopang oleh kenaikan harga 35 saham, sementara enam saham melemah dan empat saham lainnya ditutup tidak berubah.

