Ekonomi Tumbuh 5,29%, Analis Prediksi IHSG Menuju Level 6.400
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% pada kuartal II-2026 menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga menguji area 6.400.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% menegaskan perekonomian Indonesia masih berada dalam jalur ekspansi. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong masuknya aliran dana (capital inflow) ke pasar saham.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas level 5% dinilai dapat menopang pertumbuhan laba dan pendapatan emiten-emiten yang tercatat di IHSG.
"Dengan adanya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% ini menegaskan bahwa Indonesia masih bertumbuh dan diharapkan akan memicu adanya potensi inflow ke pasar saham," kata Herditya saat dihubungi investortrust.id Rabu, (5/8/2026).
Secara teknikal, Herditya menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan setelah target terdekat di level 6.334 telah tercapai. Selanjutnya, pelaku pasar dapat mencermati area 6.403-6.417 sebagai target berikutnya.
Mengacu data BEI, hingga pukul 15.26 WIB pada perdagangan sesi II, Rabu (5/8/2026), IHSG menguat 0,61% ke level 6.358,28 dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,31 triliun.
Baca Juga
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam risetnya yang dirilis Rabu (5/8/2026) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026 berhasil melampaui konsensus pasar sebesar 5,10%, meski melambat dibandingkan pertumbuhan 5,61% pada kuartal I-2026. Capaian tersebut dinilai mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah perlambatan global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Selain itu, pertumbuhan masih ditopang oleh investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang meningkat 6,87%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 5,96%. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% dan belanja pemerintah meningkat 15,97%, meski keduanya melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Dari eksternal, ekspor tumbuh 4,13%, meningkat dari 0,90% pada kuartal I-2026, mencerminkan perbaikan permintaan global dan kinerja komoditas ekspor. Di samping itu, impor meningkat 8,82% yoy seiring kuatnya aktivitas ekonomi domestik serta meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang modal.
Secara kuartalan (quarter on quarter/qoq), ekonomi Indonesia tumbuh 3,73%, berbalik dari kontraksi 0,77% pada kuartal I-2026 dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,50%. Pemulihan tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat pasca pencairan gaji ke-13, rebound belanja pemerintah, serta pulihnya investasi dan aktivitas produksi.
Secara sektoral, pemulihan terlihat pada sektor pertambangan, manufaktur, konstruksi, perdagangan, transportasi, dan pertanian. Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% YoY pada semester I-2026, sehingga menjaga prospek pencapaian target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4% sepanjang tahun ini.
