Kinerja Semester I Solid, Mandiri Sekuritas Naikkan Optimisme pada Saham ICBP dan INDF
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan target harga Rp 9.900 dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 12.000, setelah mencermati kinerja keuangan semester I-2026 yang dinilai solid.
Untuk saham ICBP, Analis Mandiri Sekuritas Jennifer Audrey Harjono dan Inggrid Gondoprastowo menilai, perseroan membukukan kinerja semester I-2026 yang kuat, didorong pertumbuhan volume yang merata di pasar domestik maupun luar negeri.
Baca Juga
Target Harga Saham Darma Henwa (DEWA) Direvisi Naik, Ini Pertimbangannya
“Momentum pertumbuhan di pasar internasional ditopang oleh Pinehill maupun pasar non-Pinehill. Manajemen juga mempertahankan panduan kinerja (guidance) tahun buku 2026 dan akan memberikan pembaruan setelah hasil kinerja kuartal III-2026,” tulisnya.
Mandiri Sekuritas menyebut bahwa permintaan tetap produk ICBP menunjukkan tren yang resilien setelah kuartal II-2026. Namun, tekanan inflasi biaya berpotensi muncul apabila ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut. Meski demikian, perseroan masih memiliki fleksibilitas untuk menerapkan kenaikan harga secara selektif, apabila kenaikan biaya bahan baku berlangsung berkelanjutan.
Sementara itu, rekomendasi beli saham INDF mempertimbangkan keberhasilan perseroan kembali mencatatkan kuartal yang solid dengan pertumbuhan penjualan yang meningkat menjadi 12% secara tahunan pada kuartal II-2026. Di sisi lain, laba inti (core earnings) meningkat 15% secara tahunan pada kuartal II-2026 dan 7% secara tahunan pada semester I-2026.
Baca Juga
Harapan Kesepakatan Hormuz Menguat, Harga Minyak Merosot Lebih dari 5%
Mandiri Sekuritas menilai segmen Consumer Branded Products (CBP) tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, didukung pertumbuhan volume yang kuat di pasar domestik maupun internasional. Bisnis tepung (Flour) juga terus mencatatkan kinerja di atas panduan perusahaan berkat momentum pertumbuhan volume yang kuat.
Di sisi lain, segmen agribisnis membukukan pertumbuhan pendapatan yang sehat, meskipun profitabilitas mengalami tekanan akibat meningkatnya biaya produksi perkebunan. Mandiri Sekuritas menambahkan, manajemen INDF juga tetap mempertahankan panduan kinerja untuk tahun buku 2026, seiring prospek pertumbuhan yang masih terjaga.
