Produk Mie Kering PT FKS Food Sejahtera (AISA) Bakal Tembus Pasar Spanyol
JAKARTA, Investortrust.id - PT FKS Food Sejahtera (AISA) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU) dengan Fuji Sakura untuk ekspor mie kering dengan merk dagang Bossmi ke Spanyol. Langkah ini merupakan bagian dari kemitraan strategis untuk ekspansi bisnis global perusahaan.
Penandatanganan perjanjian kemitraan ini berlangsung dalam Trade Expo Indonesia 2023 di ICE BSD, Tangerang Selatan pada hari Kamis (19/10/2023) yang dihadiri oleh Atase Perdagangan Indonesia untuk Spanyol Prabhata Ganendra, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITCP) Barcelona Fredy Pelawi dan Vice President PT FKS Food Seahtera Tbk Rianto Rizki Kurnia.
Baca Juga
“Penandatangangan kerja sama antara PT FKS Food Sejahtera dan pihak buyer menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekspansi bisnis kami di pasar global,” kata Vinno Monintja, Chief Marketing Officer PT FKS Food Sejahtera Tbk dalam pernyataan yang diterima Jumat (20/10/2023)
Bossmi merupakan mie kering premium tanpa protein hewani yang diproduksi di pabrik PT FKS Group Sejahtera Tbk di Sragen, Jawa Tengah.
“FKS Group yakin bahwa upaya ini akan mendorong pertumbuhan investasi dalam negeri dan mendukung citra produk ekspor Indonesia di tingkat global,” kata Vinno
Baca Juga
Harga Vanili di Prancis Naik 10% Bikin Ekspor dari Indonesia Terkerek 0,41%
Prabhata menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT FKS Food Sejahtera menembus pasar Spanyol karena standar Spanyol terkait makanan termasuk tinggi di kawasan Uni Eropa
“Kita berharap agar Bossmi bisa menjadi showcase Indonesia sebagai negara yang mampu memproduksi barang berkualitas dan menembus pasar dengan standard tinggi seperti Spanyol,” ungkapnya.
Pada semester I-2023 AISA masih mencatatkan kerugian yang lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun 2022. Per semester I-2023, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 5,05 miliar. Angka ini menurun 79,77% dari sebelumnya Rp 24,99 miliar di semester I-2022.
Pada saat yang sama, penjualan neto AISA tercatat turun 3,98% menjadi Rp 828,42 miliar. Dibandingkan pada semester pertama tahun lalu, angka penjualan neto AISA mencapai Rp 862,78 miliar.

