Laba Barito Pacific (BRPT) Anjlok 69,92% di Semester I-2026, Beban Keuangan dan Lonjakan Biaya Produksi Jadi Penekan
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan penurunan laba bersih pada semester I-2026, di tengah kenaikan pendapatan yang signifikan. Pelemahan laba dipengaruhi oleh meningkatnya beban produksi, beban keuangan, serta penurunan keuntungan lain-lain bersih.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026 yang diunggah di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), menyebutkan bahwa laba periode berjalan BRPT tercatat sebesar US$ 518,44 juta, turun 69,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 1,72 miliar.
Baca Juga
Laba Bersih Chandra Asri (TPIA) Tergerus 77% di Semester I-2026, Meski Pendapatan Melesat
Penurunan signifikan tersebut berbanding terbalik dengan lompatan pendapatan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini menjadi US$ 5,69 miliar pada semester I-2026 dari US$ 3,23 miliar pada semester I-2025. Namun, kenaikan pendapatan diikuti lonjakan beban bahan baku yang digunakan serta beban produksi dan manufaktur menjadi US$ 4,47 miliar, dibandingkan US$ 2,97 miliar pada semester I-2025.
Selain itu, beban penyusutan dan amortisasi meningkat menjadi US$ 223,16 juta dari US$ 124,54 juta. Penurunan laba juga dipicu atas peningkatan beban penjualan menjadi US$ 41,59 juta dibandingkan US$ 33,68 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Barito Pacific (BRPT) juga mencatat kenaikan beban umum dan administrasi menjadi US$ 129,65 juta, dari US$ 78,82 juta pada semester I-2025. Dari sisi pembiayaan, beban keuangan meningkat menjadi US$ 259,25 juta, dibandingkan US$ 189,34 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Perseroan juga membukukan pendapatan keuangan sebesar US$ 67,90 juta, meningkat dari US$ 890 ribu pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, keuntungan kurs mata uang asing bersih tercatat US$ 54,88 juta, berbalik dari kerugian bersih US$ 9,09 juta pada semester I-2025.
Di sisi lain, bagian laba entitas asosiasi dan ventura bersama meningkat menjadi US$ 60,72 juta, dibandingkan US$ 56,20 juta pada periode yang sama tahun lalu. Dengan raihan itu, laba sebelum pajak tercatat US$ 659,25 juta, turun dari US$ 1,74 miliar pada semester I-2025.
EBITDA US$1,08 Miliar
Sementara itu, Direktur Utama Barito Pacific (BRPT) Agus Pangestu mengatakan, semester I-2026 masih diwarnai situasi global yang bergejolak akibat ketidakpastian dinamika geopolitik. Meski demikian, platform terintegrasi BRPT di sektor energi, kimia, dan infrastruktur tetap menunjukkan ketangguhan, didukung eksekusi yang disiplin serta meningkatnya kontribusi dari bisnis infrastruktur dan energi terbarukan.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melesat 0,80%, Empat Saham Dipimpin IATA Torehkan ARA
"Portofolio kami yang terdiversifikasi memungkinkan perseroan untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Agus.
Ia menambahkan, pada semester I-2026, BRPT membukukan EBITDA sebesar US$1,084 miliar dan laba bersih konsolidasian setelah pajak sebesar US$ 518 juta. Pencapaian dinilai sebagai cerminan ketahanan model bisnis yang terintegrasi serta pelaksanaan operasional yang disiplin.
Agus menyebutkan bahwa kekuatan portofolio yang terdiversifikasi memungkinkan BRPT untuk menangkap berbagai peluang di sepanjang rantai nilai sekaligus mengurangi dampak pelemahan pada beberapa segmen usaha. Kinerja bisnis kilang, keberhasilan integrasi jaringan ritel bahan bakar Esso, serta meningkatnya kontribusi bisnis energi terbarukan
