Laba Raharja Energi Cepu (RATU) Melonjak 102% di Semester I-2026, Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membukukan laba tahun berjalan sebesar US$ 15,54 juta pada semester I-2026, melonjak sekitar 102% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 7,71 juta.
Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih menjadi US$ 25,65 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 25,15 juta.
Baca Juga
Saudi Usulkan Koalisi Lindungi Jalur Pelayaran Internasinal, Harga Minyak Turun
Di sisi lain, emiten migas yang dikendalikan Happy Hapsoro ini mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan menjadi US$ 9,71 juta, dibandingkan US$ 13,33 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut mendorong laba bruto naik US$ 11,82 juta menjadi US$ 15,94 juta.
RATU juga membukukan bagian laba entitas asosiasi sebesar US$ 5,39 juta, meningkat dibandingkan US$ 2,77 juta pada semester I-2025. Selain itu, RATU mencatat keuntungan dari pembelian diskon sebesar US$ 3,91 juta, pendapatan keuangan atau bunga sebesar US$ 372,83 ribu, serta laba selisih kurs bersih sebesar US$ 1,84 juta, berbalik dari rugi selisih kurs sebesar US$ 284,53 ribu. RATU juga memperoleh pendapatan lain-lain sebesar US$122,13 ribu.
Baca Juga
Singara (SINI) Rights Issue Rp 3,60 Triliun, Prajogo dan Hapsoro Gunakan Hak
Di sisi beban, beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$2,31 juta dari US$609,31 ribu. Beban keuangan juga naik menjadi US$1,94 juta dibandingkan US$742,57 ribu pada semester I-2025. Sementara itu, beban lain-lain tercatat sebesar US$1,18 juta, meningkat dibandingkan US$25,78 ribu pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi US$ 22,14 juta dibandingkan US$ 13,13 juta pada semester I-2025. RATU membukukan beban pajak penghasilan sebesar US$ 6,60 juta, meningkat dari US$ 5,43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
