IHSG Berpeluang Naik Menuju Resistance 6.200, Saham PADA hingga BRPT Layak Dibeli
JAKARTA, investortrust.id – indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), diproyeksikan lanjutkan penguatan menguji resistance 6.200. Tiga saham PADA, BRPT, dan DEWA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi respons pemodal terhadap proyeksi arah kebijakan suku bunga dan peluang capital inflow ke pasar emerging markets. Selain itu, perhatian investor tertuju pada pergerakan rupiah, perkembangan konflik di Timur Tengah, serta berlanjutnya musim rilis laporan keuangan Semester I-2026 sebagai katalis utama.
Baca Juga
Saudi Usulkan Koalisi Lindungi Jalur Pelayaran Internasinal, Harga Minyak Turun
“Secara teknikal, IHSG berhasil rebound dari area MA20 dan masih berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas support 6.120–6.150, dengan target menguji resistance 6.200–6.260. Momentum jangka pendek masih cenderung positif, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi,” tulisnya.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi kenaikan signifikan indeks Wall Street semalam setelah Dow Jones menguat 1,19% dan S&P500 melesat 1,66%. Lompata pesat juga melanda Nasdaq sebanyak 2,78%. Kenaikan indeks juga akan dipengaruhi penurunan harga minyak dunia dan bersamaan dengan penguatan harga emas.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PADA dengan target harga Rp 149-158, BRPT dengan target harga Rp 1.830-1.900, dan DEWA dengan target harga Rp 468-485.
Baca Juga
Marketing Sales CBDK Capai Rp 231 Miliar di Semester I-2026, Begini Penjelasan Manajemen
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 94,97 poin (1,56%) menjadi 6.186 disertai dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 262,80 miliar dengan terbanyak BBCA senilai Rp 317,41 miliar.
Kenaikan ini didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 2,13%, sektor energi 1,87%, konsumer primer 2,25%, property 1,87%, keuangan 1,43%, industry 1,54%, material dasar 1,43%.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat melanda saham ESTI naik 34,65% menjadi Rp 171, MDIA melesat 34,62% menjadi Rp 175, TIFA menguat 25% menjadi Rp 320. Kenaikan pesat juga melanda saham KJEN sebanyak 22,22% menjadi Rp 154 dan NICK menguat 21,67% menjadi Rp 1.235.
