IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Saham PNLF dan MNCN Layak Dibeli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (5/7/2024), diperkirakan bergerak menembus level suppy zone 7.140-71.76 dan berpotensi menguji area resisten selanjutnya 7.374.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan hari ini menyebutkan bahwa trend bearish IHSG mulai melambat. Sedangkan support sementara yang perlu dipantau pemodal adalah 7.100.
Baca Juga
Pengelola RS Mayapada (SRAJ) Rancang Private Placement 1,20 Miliar Saham
Di tengah peluang berlanjutnya kenaikan indeks, saham PNLF layak dipertahankan beli dengan target harga Rp 340-350. Saham MNCN juga layak dipertahankan beli dengan target harga Rp 149-156.
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 24,13 poin (0,34%%) menjadi 7.220,89. Pemodal asing juga kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham jumbo senilai Rp 784,05 miliar
Lima saham dengan net buy terbesar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 997,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 88,97 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 22,10 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 19,53 miliar.
Baca Juga
BEI: Penurunan Harga Saham Tak Cerminkan Kinerja Bisnis Emiten
Kemarin, BBRI tercatat sebagai saham perbankan dengan penguatan paling pesat sejalan dengan aksi borong asing saham ini mencapai Rp 997,9 miliar. Aksi borong ini mematahkan net sell yang sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham BBRI ditutup melesat Rp 190 (4,13%) menjadi Rp 4.790. Bahkan, BBRI tercatat sebagai saham dengan penguatan tertinggi di antara saham-saham sektor perbankan dan saham-saham yang masuk dalam daftar top 10 market cap di bursa.
Grafik IHSG

