Usai Sukses Cetak Laba Dua Kuartal Beruntun, Deretan Analis Ini Kompak Rekomendasi Beli Saham GOTO
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah analis memberikan pandangan positif terhadp keberhasilan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan di semester I-2026. Perseroan yang mencatat tren kenaikan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut ini diganjar rekomendasi beli (buy) dari mayoritas analis.
Pada semester I-2026, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp 607 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 580 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan kinerja tersebut didukung pertumbuhan pendapatan bersih menjadi Rp 11 triliun atau meningkat 28% secara tahunan (year on year/yoy).
EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) juga meningkat sebanyak 134% (yoy) menjadi Rp 1,9 triliun pada semester I-2026. Seiring pencapaian tersebut, manajemen GOTO mempertahankan target adjusted EBITDA sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Baca Juga
Laba GOTO Naik Dua Kuartal Beruntun, Bisnis Fintech Kini Lampaui On-demand Services
Namun, GOTO melakukan penyesuaian target pada segmen on-demand services (ODS). Target adjusted EBITDA segmen ODS diturunkan menjadi Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun dari sebelumnya Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun. Penyesuaian ini dipicu oleh penerapan kebijakan komisi sebesar 8%. Perseroan menilai penyesuaian tarif komisi dari sebelumnya 20% menjadi 8% tidak mudah memberikan dampak langsung terhadap kinerja bisnis mobilitas roda dua.
Sebaliknya, GOTO menaikkan target adjusted EBITDA segmen fintech menjadi Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun dari proyeksi sebelumnya Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun. Kenaikan target tersebut didorong oleh pesatnya ekspansi dan adopsi layanan keuangan digital.
Rekomendasikan Buy
Sementara itu, berdasarkan konsensus per 30 Juli 2026, sebanyak 73,3% analis memberikan rekomendasi beli saham GOTO. Sejumlah analis yang mempertahankan rekomendasi beli tersebut, yaitu Sachin Mittal dari DBS Bank dengan target harga saham GOTO Rp 102, Navin Killa dari UBS dengan target harga Rp 75, Thomas Chong dari Jefferies dengan target harga Rp 77, Ferry Wong dari Citi dengan target harga Rp 95, Ariyanto Jahja dari Macquarie dengan rekomendasi outperform dan target harga Rp 72, serta Patricia Gabriela dari BNI Securities dengan target harga Rp 80.
Baca Juga
GoTo Optimistis Pertahankan Target Kinerja Tahun Ini, Meski Terdampak Kebijakan Komisi 8%
Begitu juga dengan Indo Premier Sekuritas melalui analis Ryan Winipta kembali menegaskan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 110 per saham. Rekomendasi tersebut didukung oleh tren peningkatan adjusted EBITDA yang berkelanjutan.
Dalam risetnya, Ryan Winipta menyatakan, laba bersih GOTO pada kuartal II-2026 mencapai Rp 349 miliar, meningkat dari Rp258 miliar pada kuartal I-2026. Dengan demikian, pencapaian laba bersih semester I-2026 telah melampaui ekspektasi konsensus dengan mencapai sekitar 60% dari target setahun penuh.
Indo Premier juga menyoroti pernyataan manajemen bahwa laba usaha merupakan indikator yang lebih mencerminkan kinerja operasional karena laba bersih masih dipengaruhi faktor lain, seperti kontribusi kepemilikan 25% di Tokopedia, pergerakan nilai tukar, dan investasi ekuitas.
