Anak Usaha ADHI Akui Tantangan Likuiditas, Serah Terima Unit Hunian Tertunda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengakui tengah menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian proyek dan serah terima unit kepada konsumen. Perseroan menyampaikan permohonan maaf sekaligus menyiapkan sejumlah langkah untuk memenuhi kewajibannya secara bertahap.
Manajemen ADCP menjelaskan, hingga saat ini perusahaan memiliki 13 proyek berbasis Transit Oriented Development (TOD), terdiri atas enam proyek yang telah selesai dan beroperasi, serta tujuh proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Dari total 9.839 unit hunian yang dikembangkan, sebanyak 5.392 unit telah terjual. Namun, baru 2.575 unit yang telah diserahterimakan kepada konsumen.
Perseroan menyebut tantangan likuiditas dipengaruhi karakteristik bisnis pengembangan kawasan TOD yang membutuhkan investasi awal besar untuk penyediaan lahan di sekitar stasiun transportasi umum, seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, beserta pembangunan infrastruktur pendukung. Selain itu, pemulihan pasar properti yang belum optimal dalam beberapa tahun terakhir turut menekan penjualan, sehingga memengaruhi arus kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek.
Baca Juga
Digugat PKPU oleh Kontraktornya Rp 381,7 Juta, Adhi Commuter (ADCP) Klaim Tak Material
Sebagai upaya memenuhi hak konsumen, ADCP menawarkan sejumlah alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit siap huni yang tersedia. Perseroan juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek sehingga proses serah terima dapat dilakukan secara bertahap.
Di samping itu, ADCP terus memperluas sumber pendapatan melalui aset yang menghasilkan recurring income. Selain penjualan hunian, perseroan telah mengembangkan dan mengoperasikan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.546 meter persegi, serta sejumlah area komersial di kawasan TOD seperti Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.
Perseroan juga menegaskan hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perusahaan.
