Indosat (ISAT) Naikkan Capex 2026 Jadi Rp 23 Triliun untuk Percepat Ekspansi Jaringan 5G
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menaikkan target belanja modal (capital expenditure/capex) 2026 menjadi Rp 23 triliun atau bertambah Rp 10 triliun dari target awal sebesar Rp 13 triliun. Seluruh tambahan investasi tersebut akan dialokasikan untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G.
Langkah tersebut dilakukan setelah Indosat memperoleh tambahan spektrum selebar 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz.
President Director and Chief Executive Officer Indosat (ISAT) Vikram Sinha mengatakan, tambahan capex difokuskan untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum baru sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi hampir 100 juta pelanggan.
Baca Juga
Hormati Putusan Kuota Hangus, Indosat (ISAT) Siapkan Opsi Kuota 'Rollover'
"Kami menaikkan guidance capex dari Rp 13 triliun menjadi Rp 23 triliun. Tambahan investasi sebesar Rp10 triliun tersebut seluruhnya dialokasikan untuk 5G," kata Vikram dalam paparan kinerja semester I-2026 di Kantor Indosat, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut Vikram, tambahan spektrum menjadi fondasi penting dalam percepatan ekspansi jaringan 5G. Perseroan ingin memastikan aset spektrum tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun bagi bisnis perusahaan.
"Kami sangat senang Komdigi telah menyelesaikan spektrum 5G 2,6 GHz dan 700 MHz. Kami ingin memastikan spektrum ini memberikan manfaat bagi hampir 100 juta pelanggan kami," ujarnya.
Baca Juga
Laba Indosat (ISAT) Melesat 49% di Semester I-2026, Bisnis Ini Jadi Motor Pertumbuhan
Tambahan spektrum tersebut diperoleh melalui lelang yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Frekuensi baru itu akan memperkuat kapasitas dan jangkauan layanan 5G Indosat.
Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat (ISAT) Reski Damayanti mengatakan bahwa pita 700 MHz akan memperluas cakupan jaringan, sedangkan pita 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas layanan. "Tambahan spektrum ini akan memperkuat cakupan, kapasitas, dan pengalaman Indosat 5G bagi para pelanggan kami," kata Reski.
Selain memperkuat kualitas layanan, investasi pada jaringan 5G juga dinilai membuka peluang monetisasi layanan, salah satunya melalui pengembangan Fixed Wireless Access (FWA).
Indosat (ISAT) menilai kombinasi spektrum baru, jaringan 5G, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) akan menjadi mesin pertumbuhan berikutnya yang diharapkan mampu memperkuat daya saing sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
