Laba Bersih TImah (TINS) Semester I-2026 Melonjak Jadi Rp 2,71 Triliun, Lampaui Target Tahunan 169%
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan kinerja keuangan yang melonjak sepanjang semester I-2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 2,71 triliun, melampaui target laba bersih sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 1,61 triliun atau setara 169% dari target tahunan.
Kinerja positif tersebut ditopang lonjakan pendapatan menjadi Rp 10,42 triliun pada semester I-2026, naik 247% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,22 triliun. Perseroan menyebut peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan dan meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.
TINS membukukan peningkatna volume penjualan timah sebanyak 85% dari 5.933 ton menjadi 10.984 ton, Begitu juga dengan rata-rata harga jual melambung sebanyak 52% dari US$ 32.816 menjadi US$ 49.794 per metrik ton.
Baca Juga
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, TINS membukukan laba usaha sebesar Rp 3,48 triliun, melonjak dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp 380 miliar. EBITDA tercatat Rp 3,90 triliun, melesat 363% dari Rp 840 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 16,45 triliun, meningkat 21% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 13,64 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp5,90 triliun, naik 13% dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp5,23 triliun.
Perseroan juga mencatat peningkatan signifikan pada berbagai indikator profitabilitas. Operating Margin naik menjadi 33,24% dari 9,01% pada semester I-2025. EBITDA Margin meningkat menjadi 37,39% dari 19,92%, sedangkan Net Profit Margin mencapai 26,05% dibandingkan 7,11% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
IHSG Cenderung Lanjutkan Pelemahan, Sebaliknya Saham TAPG hingga KOTA Layak Dilirik
Selain itu, return on assets (ROA) meningkat menjadi 16,50% dari 2,20%, sedangkan return on equity (ROE) naik menjadi 25,74% dari 3,57%, mencerminkan peningkatan kemampuan perseroan dalam mengoptimalkan aset dan modal untuk menghasilkan keuntungan.
Kinerja keuangan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja operasional. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, naik 75% dibandingkan semester I-2025 sebesar 6.997 ton Sn. Produksi logam timah juga meningkat 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn dari 6.870 metrik ton Sn.
Sepanjang semester I-2026, harga rata-rata timah Cash Settlement Price di London Metal Exchange (LME) tercatat US$50.319,19 per metrik ton, meningkat 56,68% dibandingkan semester I-2025 sebesar US$32.115,77 per metrik ton.
Baca Juga
Laba Timah (TINS) Berpotensi Tembus Rp 3,4 Triliun, Kenaikan Harga Jadi Pendorong Utama
Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro mengatakan, pencapaian semester I-2026 menunjukkan strategi transformasi operasional dan bisnis perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global.
Menurutnya, peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong kinerja tersebut. “Ke depan, TINS akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, peningkatan produktivitas, optimalisasi aset, serta peningkatan efisiensi operasional untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan,” terangnya.
