Maybank, Mansek dan BCA Sekuritas Jawara Broker Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – PT Maybank Sekuritas Indonesia bertengger di posisi puncak broker dengan nilai transaksi paling jumbo sepekan terakhir, 18-22 Desember 2023.
Pada pekan sebelumnya, predikat jawara broker juga diraih Maybank Sekuritas. Artinya dua pekan beruntun broker dengan kode ZP ini bertenggar di posisi teratas.
Selama sepekan terakhir, ZP menghimpun nilai transaksi Rp 13,55 triliun. Frekuensi transaksinya mencapai 280,73 juta kali dan volume sebanyak 8,25 miliar saham.
Baca Juga
Posisi kedua diduduki oleh PT Mandiri Sekuritas atau Mansek (CC) dengan nilai transaksi Rp 11,73 triliun, dengan frekuensi sebanyak 807,59 juta saham dan volume sabesar 14,49 miliar lembar saham. Pekan lalu, Mansek juga tercatat sebagai runner up broker paling elite sepekan.
Broker lokal yaitu PT BCA Sekuritas (SQ) berhasil merengsek di tiga besar pekan ini, dengan mencatat nilai transaksi Rp 9,39 triliun. Frekuensi yang dihimpun sebanyak 151,65 juta kali serta volume 33,17 miliar saham.
UBS Sekuritas yang sebelumnya di peringkat ketiga harus puas berada di posisi keempat pekan ini, dengan nilai transaksi Rp 8,09 triliun, dengan frekuensi transaksi 455,14 juta saham dan volume sebesar 5,93 miliar saham.
Baca Juga
Menko Perekonomian Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12% pada 2030
Dibawahnya merupakan broker asal Malaysia PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU) yang mencatat nilai transaksi 7,23 triliun, dengan frekuensi 252,88 juta kali transaksi dan volume 6,45 miliar saham.
Kali ini broker asal Korea Selatan, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) berada di tempat keenam dengan nilai transaksi Rp 5,42 triliun. Frekuensi dan volume masing-masing sebanyak 1,26 miliar kali transaksi dan 14,85 miliar saham.
Posisi ketujuh milik PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dengan catatan nilai transaksi Rp 5,64 triliun. Frekuensi transaksi sebanyak 230,99 juta kali dan volume perdagangan sebanyak 3,81 miliar saham.
Berada di posisi kedelapan, PT Nikko Sekuritas Indonesia (RB) mencatat transaksi senilai Rp 5,40 triliun, frekuensi sebanyak 6,89 juta kali dan volume perdagangan sebanyak 1,94 miliar saham.
Ditempat sembilan dan sepuluh masing-masing menjadi milik CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) dan Indo Premier Sekuritasm(PD). Kedua broker ini mencatat nilai transaksi masing-masing sebanyak Rp 3,37 triliun dan Rp 3,26 triliun.
Baca Juga
Tercuan Sepekan, Saham Farmasi Medominasi Dipimpin MEDS dan KAEF
Sebagia catatan, aktivitas perdagangan pasar saham tidak sesemarak pekan sebelumnya. Tergambar pada penurunan nilai transaksi harian, nilai transaksi, frekuensi, juga volume saham yang diperdagangkan lebih rendah dibanding pekan sebelumnya.
Kendati begitu, perdagangan pasar berada di zona positif, tercermin dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang kembali berhasil menembus rekor tertinggi sepenjang tahun 2023, tepatnya pada level 7.237,519, Jumat (22/12/2023).
Posisi IHSG tersebut menguat sebesar 0,65% disbanding posisi IHSG pekan sebelumnya yang ditutup pada level 7.190,988. Penguatan IHSG sejalan dengan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 0,97% pekan ini menjadi Rp 11,65 kuadriliun dari Rp 11,54 kuadriliun pada pekan sebelumnya.
Analis menilai, kebijakan suku bunga acuan menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham sepekan terakhir. Diketahui Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed menahan Federal Funds Rate di level 5,25 – 5,50%.
Sementara Bank Indonesia mempertahankan BI7DDR di angka 6%. Pelaku pasar mulai optimistis The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun 2024, yang kemudian mendorong akumulasi pelaku pasar.
Kendati IHSG menguat, indikator perdagangan lainnya justru menurun, menunjukan pasar tidak sesemarak pekan sebelumnya.
P.H. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmadi menyebut, rata-rata frekuensi transaksi harian saham selama sepekan terakhir mengalami penurunan 13,60% menjadi 1.094.283 kali transaksi dari 1.266.561 kali transaksi pada pekan lalu.
“Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan sebesar 15,76% menjadi Rp 12,63 triliun dari Rp 14,99 triliun pada sepekan yang lalu,” urai Kautsar dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (23/12/2023).
Rata-rata volume transaksi harian saham mengalami perubahan sebesar 15,90% selama sepekan menjadi 25,19 miliar lembar saham dari 29,96 miliar lembar saham pada pekan lalu.
Adapun aktiviitas investor asing pada perdagangan Jumat kemarin, mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 68,8 miliar dan sepanjang tahun 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 9,06 triliun.

