Net Sell Berlanjut Rp 820,67 Miliar, Pemodal Asing Lepas Saham Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar senilai Rp 820,67 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), sebanyak 10,65 poin (0,17%) menjadi 6.185.
Net sell terbanyak melanda saham NSSS senilai Rp 296,79 miliar, TPIA mencapai Rp 99,55 miliar, APIC mencapai Rp 73,32 miliar, MKPI senilai Rp 72,06 miliar, dan BULL mencapai Rp 52,20 miliar.
Baca Juga
DPM Mulai Kembangkan Deposit "Anjing Hitam", Kapasitas 1 Juta Ton Bijih Per Tahun
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) hari ini, yaitu BBCA senilai Rp 96,17 miliar, EMAS mencapai Rp 57,60 miliar, AADI senilai Rp 15,22 miliar, RAJA mencapai Rp 14,11 miliar dan KOTA senilai Rp 10,30 miliar.
Adapun pelemahan hari ini sejalan dengan penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 0,45%, sektor energi 0,48%, sektor konsumer non primer 0,39%, sektor property 0,82%, dan sektor infrastruktur 1,25%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry, keuangan, dan teknologi. Rupiah juga jatuh kembali ke atas level Rp 18.010.
Baca Juga
Tata Kelola Lautan Luas (LTLS) Diakui ASEAN, Lampaui Rata-rata Emiten 'Big Cap' Indonesia
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham DMMX naik 35% menjadi Rp 216, BAJA naik 34,55% menjadi Rp 222, ZONE naik 24,75% menjadi Rp 630, TAMA naik 24,51% menjadi Rp 254, dan MCAS menguat 24,30% menjadi Rp 266. Meski tak ARA, DOOH menguat 21,84% menjadi Rp 212.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 118,88 poin (1,88%) menjadi 6.196 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,35 triliun.
Pelemahan IHSG tersebut dipicu atas kejatuhan pasar saham dunia dipicu peningkatan tensi konflik Timur Tengah. Penurunan juga dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap, khususnya emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN. Kejatuhan juga dipicu penurunan dalam saham big bank dipimpin BMRI lebih dari 5,7%.
