Entitas Bayan Resources (BYAN) Perluas Jetty di Balikpapan Rp 187,35 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Entitas PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yakni PT Dermaga Perkasapratama (DPP) berencana memperluas Jetty di Balikpapan Coal Terminal (BCT), tepatnya pada wilayah perairan Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Direktur Utama Bayan Resources Low Tuck Kwong, DPP menunjuk PT Nirmala Matranusa (NMN) sebagai Jasa Pelaksana Konstruksi Perluasan Jetty di BCT dengan nilai transaksi Rp 187,35 miliar.
“Guna memperlancar jalur distribusi logistik batu bara yang dimiliki perusahaan dari hulu ke hilir,” tulis Low Tuck Kwong, Selasa (23/1/2024).
Selain memperlancar jalur distribusi, manajemen menambahkan bahwa perluasan terminal Jetty juga bertujuan meningkatkan kapasitas pengiriman batu bara. Hal ini sejalan dengan rencana peningkatan produksi perusahaan.
Baca Juga
Low Tuck Kwong Diam-diam Gencar Tambah Saham Bayan (BYAN), Kepemilikannya Segini
Proyek tersebut juga dipercaya mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan. “Upgrading BCT phase 5 diharap mampu menekan biaya keterlambatan pengiriman batu bara ke customer (demurrage cost),” sambung Low Tuck Kwong.
PT NMN masuk kategori pihak terafiliasi perseroan, sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020. Sebab, Anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi PT NMN juga menjabat sebagai anggota Direksi PT DPP. Selain itu PT DPP dan PT NMN dikendalikan oleh pihak yang sama, yaitu Low Tuck Kwong.
Perjanjian Jasa dibuat untuk jangka waktu 26 bulan, sejak 19 Januari 2024 sampai 19 Maret 2026. Ketentuan penting dari perjanjian ini, antara lain adalah perluasan Jetty BCT meliputi penambahan jetty ekspor dan jetty impor lengkap dengan segala fasilitasnya.
Kemudian, ruang lingkup perjanjian jasa meliputi pekerjaan sipil, pekerjaan pondasi, pemancangan tiang pipa baja, serta pekerjaan instalasi atau pemasangan seluruh komponen struktural, elektrikal, dan mekanikal.
Baca Juga
Kembali Cetak Rekor, Market Cap Barito Renewables (BREN) Salip Bayan Resources (BYAN)
Nilai proyek sebesar Rp 187,35 miliar terdiri dari, preliminaries works untuk new inloading facilities dan preliminaries works untuk new outloading facilities, masing-masing senilai Rp 12,17 miliar.
Selanjutnya, terdapat civil work untuk new inloading facilities dan new outloading facilities senilai masing-masing Rp 31,1 miliar dan Rp 30,27 miliar. Dilanjutkan dengan pemasangan struktur dan komponen mekanis untuk fasilitas pemuatan baru sebesar Rp 25,06 miliar, serta pemasangan struktur dan komponen mekanik untuk new outloading facilities sebesar Rp 21,21 miliar.
PT Nirmala Matranusa juga bertanggung jawab mengerjakan peralatan umum pekerjaan sipil, mekanikal dan elektrikal untuk fasilitas pemuatan baru senilai Rp 23,53 miliar. Sedangkan biaya peralatan umum pekerjaan sipil, mekanikal dan elektrikal untuk fasilitas pembongkaran baru dianggarkan sebesar Rp 29,87 miliar.
Sisanya, ada pengerjaan piling and concrete work for workshop and warehouse sebesar Rp 925,6 juta. “Untuk pembangunan proyek tersebut di atas berdasarkan perjanjian jasa, seluruhnya menggunakan dana yang berasal dari kas perseroan,” tegas Low Tuck Kwong.

