Bayan Resources (BYAN) Tebar Dividen Interim US$ 500 Juta, Pantau Tanggal Penting Ini
JAKARTA, investortrust.id – Emiten batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan membagikan dividen tunai interim US$ 500 juta atau US$ 0,015 per saham, atas perolehan kinerja periode September 2023.
Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero mengatakan, pembagian dividen interim diputuskan oleh Dewan Direksi Perseroan pada 5 Desember 2023, dan telah disetujui Dewan Komisaris Perseroan pada tanggal yang sama.
“Data Keuangan per 30 September 2023 mendasari pembagian dividen interim tunai,’’ papar Jenny dalam keterbukaan informasi yang dilansir Perseroan, Kamis (7/12/2023).
Lebih lanjut dikatakan, dividen akan dibagikan dalam bentuk rupiah yang mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal recording date atau 19 Desember 2023.
Baca Juga
Bayan Resources (BYAN) Perpanjang Pinjaman US$ 230 Juta dari Bank Permata
Sebagai catatan, sepanjang Januari – September berhasil membukukan laba bersih US$ 910,5 juta, kemudian posisi saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebagai dasar pembagian dividen tercatat US$ 1,92 miliar, sedangkan posisi ekuitas tercatat US$ 2,17 miliar.
Adapun jadwal pembagian dividen interim Perseroan yaitu, tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 15 Desember 2023, kemudian tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 18 Desember 2023.
Tanggal cum dividen di pasar tunai 19 Desember 2023, lalu tanggal ex dividen di pasar tunai 20 Desember 2023 dan tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai atau recording date 19 Desember 2023 pukul 16.00. Sedangkan tanggal pembayaran dividen akan dilakukan pada 5 Januari 2024.
Baca Juga
Hingga September, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Ini Turun Segini
“Dividen Interim akan dibagikan kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (Recording Date) pada tanggal 19 Desember 2023 sampai dengan pukul 16.00 WIB dan/atau Pemilik Saham Perseroan pada Sub Rekening Efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal 15 Desember 2023,” pungkasnya.

