Kopi Kenangan Dikabarkan Bidik IPO di Singapura, Ini Respons CEO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – CEO dan Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata menanggapi kabar yang menyebut perusahaan tengah menjajaki penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) saham di Bursa Singapura (Singapore Exchange/SGX).
"No comments on rumors or speculation," kata Edward Tirtanata saat dihubungi investortrust.id, Jumat (24/7/2026).
Sebelumnya, Kopi Kenangan dikabarkan tengah berdiskusi dengan sejumlah bank untuk mempersiapkan IPO saham dengan potensi valuasi mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp 17,91 triliun.
Baca Juga
Penjualan Fore Kopi (FORE) Tembus Rp 1 Triliun di Semester I-2026, Laba Melesat 34%
Mengutip laporan The Wall Street Journal, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum ada bank yang secara resmi ditunjuk sebagai penjamin emisi (underwriter). Bursa Singapura (Singapore Exchange/SGX) disebut menjadi lokasi yang dipertimbangkan untuk pencatatan saham.
Menanggapi kabar tersebut, Vice President of Corporate Finance and Development Kopi Kenangan Junxian Li mengatakan, perseroan secara rutin mengevaluasi berbagai opsi strategis dan pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memberikan peluang monetisasi bagi para pemegang saham.
"Ini termasuk dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami," ujar Li dalam keterangan melalui surat elektronik.
Baca Juga
BI Bidik Ekspor Kopi US$ 12,5 Miliar Melalui Program Cangkir Barista
Meski demikian, Li menegaskan, hingga kini perusahaan belum mengambil keputusan apa pun terkait rencana IPO saham, termasuk mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan, maupun valuasi perusahaan. "Belum ada keputusan yang diambil terkait IPO, termasuk waktu, lokasi pencatatan, maupun valuasi perusahaan," ujarnya.
Didirikan pada 2017, Kopi Kenangan menggunakan biji kopi yang ditanam di Indonesia dan telah berekspansi ke enam negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, India, dan Australia. Saat ini, perusahaan mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai dan menargetkan pembukaan sekitar 550 gerai tambahan hingga akhir 2026.
Dari sisi kinerja, Kopi Kenangan mencatat pertumbuhan pada 2025. Pendapatan perusahaan meningkat 45% secara tahunan menjadi US$184 juta atau sekitar Rp 3,29 triliun dan laba bersih mencapai US$ 17 juta atau sekitar Rp304,58 miliar.
