Net Sell Melanda Rp 1,22 Triliun, Saham BBCA dan TPIA Dibuang Investor Asing
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,22 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026), sebanyak 19,17 poin (0,30%) menjadi 6.315.
Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 484,34 miliar, TPIA mencapai Rp 367,86 miliar, NSSS senilai Rp 307,01 miliar, ASII mencapai Rp 130,28 miliar, dan MORA senilai Rp 104,79 miliar.
Baca Juga
Pabrik VKTR di Magelang Siap Produksi 10.000 Unit Bus dan Truk Listrik
Sebaliknya lima saham dengan catatan pembelian bersih (net buy) melanda saham CUAN senilai Rp 95,73 miliar, PTRO mencapai Rp 90,43 miliar, AMMN senilai Rp 78,18 miliar, BRPT senilai Rp 57,26 miliar, dan BUMI mencapai Rp 55,32 miliar.
IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.306-6.454 dengan nilai transaksi lebih dari Rp 22,56 triliun. Penurunan tersebut juga dipicu atas kejatuhan mendadak saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, dan BRPT. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Sedangkan sektor saham utama penekan IHSG hari ini, yaitu sektor konsumer primer 1,16%, sektor industry 1,32%, sektor keuangan 0,89%, dan sektor kesehatan 0,10%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor property 3,13%, sektor energi 1,52%, dan sektor konsumer non primer 1,56%.
Baca Juga
Prabowo Instruksikan Seluruh K/L Dukung Kopdes Merah Putih, Termasuk TNI dan Polri
Adapun saham dengan kenaikan harga pesat hari ini, yaitu saham FUTR melesat 24,39% menjadi Rp 306, MPRO naik 19,87% menjadi Rp 13.875, ENAK naik 15,57% menjadi Rp 282, ZATA naik 14,93% menjadi Rp 77, dan ALKA menguat 14,58% menjadi Rp 1.100.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah tipis 5,54 poin (0,09%) menjadi 6.334 dipicu aksi ambil untung setelah terjadi kenaikan hampir Sembilan hari beruntun. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 920,23 miliar, sehingga total net sell sepanjang tahun berjalan telah mencapai Rp 76,50 miliar.
