Net Sell Jumbo Rp 3,73 Triliun, Saham BBCA dan TPIA Dibuang Asing
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai jumbo Rp 3,73 triliun, seiring dengan penurunan signifikan atas indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2026), sebanyak 245 poin (4,20%) ke level terendah baru hampir dalam enam tahun terakhir 5.594.
Net sell terbanyak melanda saham TPIA senilai Rp 1,13 triliun, BBCA mencapai Rp 1,10 triliun, BMRI mencapai Rp 236,60 miliar, ANTM senilai Rp 169,85 miliar, dan BBRI senilai Rp 110,79 miliar.
Baca Juga
Imbas UU P2SK Skema Pendanaan dari Surplus BI dan LPS Dibatalkan, Berikut Respons OJK
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham WIFI senilai Rp 21,36 miliar, DEWA mencapai Rp 19,04 miliar, TINS senilai Rp 15,29 miliar, RLCO mencapai Rp 14,61 miliar, dan BDMN sebanyak Rp 14,23 miliar.
Adapun penurunan indeks hari ini dipicu atas berlanjutnya kejatuhan seluruh sektor saham, seperti energi anjlok 5,73%, transportasi jatuh 5,97%, infrastruktur melemah 5,30%, teknologi jatuh 4,88%, properti turun 4,02%, dan keuangan turun 3,72%.
Sedangkan saham penekan utama indeks datang dari kejatuhan BBCA sebanyak 6,45% menjadi 5.075. Kejatuhan juga dipicu saham BREN sebanyak 10,25% menjadi Rp 3.590, DCII jatuh 5,46% menjadi Rp 180.250. Penurunan juga melanda saham PANI, CBDK, BRPT, TPIA, hingga BBNI.
Baca Juga
TLKM Tegaskan Kasus Hukum Komisaris Silmy Karim Tidak Terkait Tugas di Perseroan
Meski IHSG anjlok saham berikut masih berhasil pertahankan kenaikan, yaitu saham MMIC naik 16,04% menjadi Rp 760, MUTU naik 10,78% menjadi Rp 113, DWGL menguat 10,66% menjadi Rp 270, dan DAAZ menguat 8,77% menjadi rp 1.860.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 101,29 poin (1,70%) menjadi 5.839 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 1,27 triliun. Net sell terbanyak kembali melanda saham BBCA Rp 475,51 miliar, BBRI senilai Rp 451,67 miliar, dan TPIA mencapai Rp 257,51 miliar.

