BEI: Dana Kelolaan Produk ESG Melonjak 145 Kali Lipat, Tembus Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana kelolaan (asset under management/AUM) produk investasi berbasis environmental, social, and governance (ESG) mencapai Rp 5,5 triliun per Juni 2026. Nilai tersebut meningkat hampir 145 kali lipat dari posisi awal produk ESG hadir di pasar modal Indonesia pada 2014.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, perkembangan investasi berbasis ESG di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari jumlah produk exchange traded fund (ETF) dan reksa dana berbasis indeks ESG yang meningkat dari satu produk pada 2014 menjadi 32 produk hingga Juni 2026.
Baca Juga
Usai Sempat Melonjak, IHSG Berbalik Turun, Ini Penyebab Menurut Analis
"ESG bukan sekadar compliance, bukan sekadar isu lingkungan dan sosial. ESG sudah menjadi bagian dari strategi bisnis. Perusahaan-perusahaan yang unggul dilihat dari bagaimana kepeduliannya terhadap aspek ESG," kata Iding dalam sambutan pada acara IDX Channel ESG Conference 2026 di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut Iding, semakin banyak investor global yang menjadikan penerapan ESG sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi. Penerapan ESG juga dinilai mampu menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang karena membantu perusahaan mengelola risiko, menangkap peluang, serta memperkuat daya saing.
"ESG adalah prinsip keberlanjutan untuk mengelola risiko, menangkap peluang, memperkuat daya saing, serta menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang," ujarnya.
Baca Juga
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp 30,4 Triliun, Kredit Tumbuh 19,9% pada Semester I 2026
Selain itu, BEI mencatat hingga Juni 2026 telah diterbitkan 47 emisi obligasi dan sukuk bertema ESG dengan total nilai penerbitan hampir Rp84 triliun.
Sementara itu, sebanyak 87% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan (sustainability report) tahun buku 2025. Namun, baru sekitar 13% laporan tersebut yang telah memperoleh verifikasi dari pihak ketiga.
Dari aspek pelaporan emisi, sebanyak 58% perusahaan tercatat telah melaporkan emisi gas rumah kaca cakupan (scope) 1 dan scope 2, sedangkan 32% perusahaan telah melaporkan emisi scope 3.
Guna memperkuat ekosistem ESG di pasar modal, BEI terus mengembangkan berbagai inisiatif, antara lain melalui pengembangan indeks tematik ESG seperti IDX ESG Leaders, SRI-KEHATI, dan IDX LQ45 Low Carbon Leaders guna mendukung lahirnya lebih banyak produk investasi berbasis ESG.
