Dana Kelolaan Reksa Dana Bisa Naik 3 Kali Lipat, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Dana kelolaan reksa dana diperkirakan akan tumbuh signifikan dalam tempo 5-7 tahun mendatang.
Peluang pertumbuhan disebabkan makin tumbuhnya kesadaran masyarakat berinvestasi, juga potensi kenaikan gross domestic product (GDP) per kapita Indonesia.
Direktur Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, kesadaran investasi masyarakat mulai tumbuh pesat saat pandemi Covid-19.
Baca Juga
Buyback Terbesar, Dian Swastatika (DSSA) Gelontorkan Rp 7,39 Triliun untuk 19,99% Saham
‘’Investor punya potensi besar bagi reksa dana dan awareness ini sudah muncul sejak pandemi. Reksa dana dianggap sebagai instrumen investasi yang aman dan cuannya nyaman,’’ papar Budi Hikmat dalam Diskusi Panel dengan tema “Tantangan Investasi Reksa Dana di Tahun Politik,” yang digelar Investortrust, Senin (18/9/2023).
Sementara Chief Executive Officer PT Trimegah Asset Management Antony Dirga mengatakan pertumbuhan asset under management (AUM) reksa dana akan tumbuh seiring pertumbuhan GDP per kapita.
Kalau saat ini GDP per kapita RI sebesar US$ 5.000 maka dalam tempo 5 tahun GDP per kapita bisa tumbuh minimal US$ 7.500.
Baca Juga
Bahana TCW dan Manulife Aset bersaing Ketat, Berikut Daftar Top 20 Dana Kelolaan MI
“Karena itu jumlah AUM yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp 1.000 triliun tahun 2027 dengan mudah tercapai. Bahkan bisa tumbuh tiga kali lipat dalam tempo 5-7 tahun dari jumlah saat ini” kata Antony.
Sebagai catatan, hingga Agustus 2023, jumlah AUM reksa dana Rp 516,56 triliun atau baru setengah dari target OJK.
Selain itu kata Antony, mengacu pada negara tetangga sangat mungkin AUM reksa dana kita akan tumbuh eksponensial. "Dana kelolaan reksa dana di RI hanya sekitar 5,5% dari GDP, bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 25-30% dari GDP,” papar Antony Dirga.
Tidak kalah penting menurut dia pertumbuhan AUM harus didukung oleh upaya-upaya literasi dan edukasi keuangan oleh semua pihak. Sebab industri reksa dana merupakan bisnis kepercayaan yang harus terus ditingkatkan.
“Sejatinya pengawasan industri reksa dana sudah sangat ketat di RI, begitu juga dengan tata kelola manajer investasi sudah begitu maju. Hal ini harus disampaikan dengan baik untuk meningkatkan keparcayaan masyarakat pada industri ini,” tutur Antony.

