IHSG Naik 0,91%, RONY dan BNBR Pimpin 'Top Gainers'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 56,24 poin (0,91%) ke level 6.231,78 pada perdagangan Senin (20/7/2026). Di tengah penguatan pasar, saham PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) memimpin daftar top gainers, sedangkan PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) tak hanya masuk jajaran saham dengan kenaikan tertinggi, tetapi juga menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar.
Mengacu data BEI, nilai transaksi mencapai Rp 16,86 triliun dengan volume perdagangan 35,43 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2.394.658 kali. Sebanyak 399 saham menguat, 210 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan.
Baca Juga
IHSG Melonjak 1,29% Saat Pasar Saham Asia Ambruk, Ini Faktor Penopangnya
Saaham-saham berkapitalisasi besar (big caps) masih mendominasi perdagangan. BBCA mencatat nilai transaksi terbesar sebesar Rp 1,95 triliun, disusul TPIA Rp 1,64 triliun, BBRI Rp 1,20 triliun, BMRI Rp 880,54 miliar, dan BRPT Rp 487,44 miliar.
Sementara itu, BNBR menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar mencapai 42,13 juta saham. Posisi berikutnya ditempati BUMI dengan volume 28,16 juta saham, BIPI 18,01 juta saham, EPAC 10,51 juta saham, serta DEWA 9,84 juta saham.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona hijau dan menopang penguatan IHSG. Sektor industri memimpin kenaikan sebesar 3,44%, diikuti energi 2,61%, bahan baku 2,01%, properti 1,44%, barang konsumsi primer 1,08%, transportasi 1,00%, infrastruktur 0,73%, sektor siklikal 0,52%, kesehatan 0,33%, dan keuangan 0,06%. Adapun sektor teknologi menjadi satu-satunya yang ditutup melemah, turun 0,56%.
Baca Juga
IHSG Sesi I Naik 0,86% ke Level 6.228 Terdorong Reli Saham Big Caps
Pada jajaran top gainers, saham RONY memimpin penguatan setelah melonjak 24,72% ke level 1.690. Disusul BNBR dan PAMG yang sama-sama naik 23,53% menjadi 105 dan 63. Selanjutnya, OMRE menguat 20,83% ke level 1.305, sementara FWCT naik 20,48% ke level 100.
Sementara itu, saham PRDL menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 13,99% ke level 332. Berikutnya, JELI melemah 12,29% ke level 785, MLPT turun 11,21% ke level 25.950, RBMS terkoreksi 9,33% ke level 68, dan MARK turun 8,49% ke level 970.
