Saham RAJA, AMMN dan PANI Pimpin Top Gainers di Tengah Pelemahan IHSG
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham bergerak di zona merah sepanjang perdagangan Sesi I, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 40,27 poin (0,56%) ke level 7.119.33.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebanyak 27,72 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi terakumulasi sebesar Rp 7,66 triliun. Pelemahan IHSG diikuti oleh indeks LQ45 yang turun 0,86%, sedangkan indeks IDX30 merosot 1,02%.
Pergerakan pasar saham hari ini diselimuti aksi wait and see pelaku pasar jelang rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve pada 12-13 Desember 2023. Pelaku pasar umumnya meramal suku bunga acuan The Fed sudah mencapai puncak dan akan kembali dipertahankan pada level saat ini 5,25% - 5,5%.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 15% Tahun 2024
Pelemahan IHSG Sesi I terutama disebabkan aksi jual saham-saham sektor teknologi, properti dan infrastruktur. Indeks teknologi melemah dalam 4,49%, sedangkan indeks sektor propeti dan real estate melemah 1,11%. Adapun indeks infrastruktur tercatat melemah 1,07%.
Lalu indeks consumer non-cyclical melemah 0,31%, kemudian indeks consumer cyclical melemah 0,93. Sedangkan indeks healtchare melemah 0,90%. Adapun indeks industrial melemah 0,88%.
Sementara itu indeks financial terpantau menguat 0,40%, sedangkan indeks energi cenderung menguat, basic material juga cenderung menguat.
Baca Juga
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham tercatat menguat signifikan, yang dipimpin saham RAJA sebesar 20,94%, saham AMMN menguat 5,04%, saham PANI sebesar 6,91%, saham BRPT naik 5,14% serta saham TPIA sebesar 3,62%.
Pada jajaran top losers terdiri saham MCAS turun 14,29%, kemudian saham BLTZ turun 6,42%, disusul saham MASA yang turun 6,22%. Saham SMGR anjlok 3,17% serta saham BRAM merosot sebesar 3,32%.

