Profit Taking Tekan Ethereum, Tapi Target US$ 2.000 Masih Terbuka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Ethereum (ETH) terkoreksi pada perdagangan Kamis (16/7/2026) setelah reli dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap, Kamis malam, Ethereum diperdagangkan di level US$ 1.871,73, turun 3,17% dalam 24 jam terakhir.
Pelemahan tersebut terjadi setelah ETH sempat menguat hampir 5% menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang mendorong optimisme pasar terhadap aset berisiko. Namun, kenaikan itu memicu aksi ambil untung (profit taking) di sekitar level US$ 1.930, sehingga harga kembali terkoreksi.
Sejalan dengan penurunan harga, kapitalisasi pasar Ethereum menyusut menjadi sekitar US$ 225,88 miliar, turun 3,17% secara harian. Volume perdagangan selama 24 jam juga turun 2,35% menjadi US$ 12,91 miliar, sementara rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 5,76%.
Baca Juga
Soroti Reli Ethereum, Putra Presiden Trump Bilang Masa Depan Ada di Kripto
Grafik intraday menunjukkan tekanan jual meningkat pada sesi perdagangan sore. Harga sempat merosot dari kisaran US$ 1.910 hingga menyentuh area US$ 1.870, sebelum bergerak stabil di kisaran tersebut hingga akhir periode perdagangan.
Meski mengalami koreksi, pelaku pasar menilai pergerakan tersebut masih tergolong wajar sebagai aksi ambil untung setelah reli, bukan sinyal pembalikan tren. Level US$1.850 dinilai masih menjadi area dukungan (support) penting yang menjaga prospek teknikal Ethereum tetap positif.
Apabila level support tersebut mampu dipertahankan, Ethereum masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target psikologis berikutnya di US$ 2.000.
Baca Juga
Dolar AS Melemah, Bitcoin dan Ethereum Rebound Usai Data Tenaga Kerja AS Mengecewakan
Ke depan, arah pergerakan Ethereum diperkirakan akan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain perkembangan arus dana ke produk ETF aset kripto, klaster likuidasi di pasar derivatif, serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve yang masih menjadi perhatian utama investor.
Data CoinMarketCap juga menunjukkan jumlah pasokan beredar Ethereum mencapai 120,68 juta ETH, sama dengan total pasokan yang beredar saat ini. Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas maksimum pasokan (maximum supply).
