Pasar Kripto Mulai Pulih? Bitcoin Rebound dan Investor Kembali Optimistis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal pemulihan setelah sempat mengalami tekanan pada awal 2026. Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu berhasil bangkit dari level support historis yang selama hampir satu dekade menjadi acuan penting dalam model analisis teknikal Logarithmic Growth Curve (LGC).
Pasar aset kripto kembali bergerak di zona hijau pada perdagangan terbaru. Berdasarkan data CoinMarketCap, Rabu (15/7/2026) pukul 08.20 WIB kapitalisasi pasar kripto global naik 3,51% menjadi US$ 2,22 triliun, didorong penguatan sejumlah aset kripto utama, terutama Bitcoin dan Ethereum.
Bitcoin aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, diperdagangkan di level US$ 64.619 atau menguat sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan, harga Bitcoin juga masih mencatat kenaikan 1,82%, menandakan sentimen positif mulai kembali mewarnai pasar.
Penguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH). Kripto terbesar kedua tersebut diperdagangkan di kisaran US$ 1.873. Meski bergerak relatif datar dalam satu jam terakhir, Ethereum melonjak 6,09% dalam 24 jam terakhir dan menguat 5,51% selama sepekan.
Sentimen positif turut tercermin dari CMC20 Index, indeks yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar, yang naik 4,13% ke level 132. Hal ini mengindikasikan reli terjadi secara luas di pasar, tidak hanya pada Bitcoin.
Di sisi lain, indikator Crypto Fear & Greed Index masih berada di level 33, yang mencerminkan kondisi fear (ketakutan) di kalangan pelaku pasar. Meskipun demikian, level tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan fase tekanan yang lebih dalam.
Analis teknikal yang dikenal dengan nama Dave the Wave menyebut harga Bitcoin kini kembali bergerak di kisaran US$ 64.443, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sekitar US$ 57.750. Level tersebut bertepatan dengan batas bawah kurva pertumbuhan logaritmik yang selama ini dipandang sebagai zona beli (buy zone) dalam siklus pergerakan Bitcoin.
Menurut Dave the Wave, pengujian ulang terhadap level support tersebut memiliki kemiripan dengan pola yang terjadi pada fase pemulihan pasar sebelumnya, termasuk saat koreksi besar pada Maret 2020 dan November 2022.
Selain bertahan di area support, Bitcoin juga dinilai menunjukkan tanda-tanda kematangan pasar. Hal itu tercermin dari volume perdagangan yang turun menjadi sekitar 4,28 juta, jauh lebih rendah dibandingkan 11,21 juta pada periode koreksi 2022. Penurunan volume tersebut mengindikasikan volatilitas pasar mulai mereda.
Baca Juga
Koreksi yang terjadi kali ini juga relatif lebih ringan dibandingkan siklus sebelumnya. Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 50% dari rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$ 126.000, namun masih mampu mempertahankan struktur tren jangka panjangnya.
Berdasarkan model Logarithmic Growth Curve, Dave the Wave memproyeksikan Bitcoin berpotensi mencapai kisaran US$140.000 hingga US$ 200.000 pada akhir dekade ini. Dalam jangka yang lebih panjang, model tersebut bahkan memperkirakan harga Bitcoin berpeluang bergerak menuju US$ 500.000 hingga US$1 juta, meski proyeksi tersebut bergantung pada perkembangan siklus pasar di masa mendatang.
Meski demikian, Dave the Wave mengingatkan bahwa model teknikal bukan merupakan jaminan arah pergerakan harga. Ia mengakui Bitcoin sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 200 minggu, yang secara historis memang sering terjadi pada fase pasar bearish.
Di sisi lain, sentimen pasar mulai menunjukkan perubahan. Pelaku pasar kini lebih fokus pada potensi pemulihan dibandingkan risiko penurunan lanjutan, terutama setelah Bitcoin mencatat reli mendekati 10% dari titik terendahnya.
Baca Juga
Bitcoin Berpeluang Capai Kapitalisasi US$ 10 Triliun, Regulasi AS Jadi Katalis
Kendati demikian, analis menilai reli tersebut belum cukup untuk memastikan pembalikan tren secara penuh. Konfirmasi pemulihan masih membutuhkan dukungan dari pergerakan harga berikutnya serta meningkatnya partisipasi pasar.
Secara keseluruhan, kombinasi koreksi yang lebih dangkal, penurunan volume perdagangan, serta keberhasilan Bitcoin bertahan di level support historis dinilai menjadi sinyal awal bahwa tekanan terbesar di pasar kripto kemungkinan mulai mereda. Namun, investor tetap diimbau mencermati perkembangan kondisi pasar sebelum menyimpulkan bahwa fase bullish telah kembali berlangsung.
