Tekanan Jual Mereda, Bitcoin Mulai Pulih Jelang Penutupan Kuartal I 2025
JAKARTA, investortrust.id – Memasuki pekan terakhir kuartal pertama 2025, tekanan jual yang sempat menekan Bitcoin (BTC) mulai mereda.
“Bitcoin kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan menguat di atas level psikologis penting di US$ 85.000,” ujar Financial Expert Ajaib Panji Yudha, Selasa (25/3/2025).
Sedangkan pada Selasa (25/3/2025) pukul 08.00 WIB, Bitcoin (BTC) bertengger di level US$ 87.600 atau naik 1,86% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 4,3% dalam sepekan. Namun, harga BTC pada pukul 12.50 WIB sedikit terkoreksi tipis 0,18% ke US$ 86.763 per koin.
Salah satu indikator pemulihan adalah arus masuk yang kuat ke ETF Bitcoin spot di AS. Setelah lima pekan berturut-turut mengalami arus keluar, pekan lalu terjadi pembelian 8.775 BTC, setara dengan US$ 744 juta. Ini mengindikasikan mulai kembalinya kepercayaan investor terhadap pasar aset kripto.
Selain itu, indeks fear and greed mengalami kenaikan dari 32% ke 45%, mendekati level netral. Ini menunjukkan berkurangnya kekhawatiran pasar dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko.
Baca Juga
Sentimen Pasar Berubah Optimis, Bitcoin Melaju ke US$ 90.000
Dari faktor eksternal, Panji menyebut, terdapat kebijakan The Fed dan laporan inflasi yang akan dirilis pekan ini. Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian investor pekan ini adalah rilis laporan personal consumption expenditures (PCE) Index pada Jumat, 28 Maret.
“PCE merupakan indikator inflasi yang menjadi preferensi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter,” sambung dia.
Jika inflasi menunjukkan tren melandai seperti yang diperkirakan analis, ada kemungkinan The Fed akan lebih longgar dalam kebijakan suku bunga. Saat ini, berdasarkan alat prediksi FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga di semester pertama 2025, dengan pertemuan FOMC pada Juni menjadi momen krusial.
Baca Juga
Berdasarkan data historis dari Coinglass, performa Bitcoin di kuartal pertama cenderung beragam. Rata-rata return Bitcoin periode kuartal I sejak 2013 adalah +51,61%, namun median-nya menunjukkan -1,46%.
“Hal itu mengindikasikan bahwa meskipun ada beberapa tahun dengan lonjakan besar, tekanan jual juga sering terjadi,” jelas Panji.
Pada kuartal I-2025, Bitcoin mengalami penurunan 6,62%, lebih kecil dibandingkan koreksi pada kuartal I-2018 (-49,7%) atau 2020 (-10,83%). Meskipun kuartal pertama tahun ini masih berada di zona negatif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin memiliki peluang untuk menutup Maret dengan lebih positif.
“Ada kemungkinan bahwa Bitcoin bisa menutup Maret 2025 dengan rebound yang lebih kuat,” tegas Panji.

