IHSG Sesi I Ditutup Perkasa 0,61% Diikuti Kenaikan NIlai Transaksi, Saham PRDL Lanjut ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (14/7/2026), ditutup perkasa sebanyak 36,78 poin (0,61%) menjadi 6.074 ikut pembalikan ara pasar saham Asia ke zona hijau. Rentang pergerakan 6.002-6.084 dengan nilai transaksi meningkat menjadi Rp 8,41 triliun.
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi naik 1,85%, sektor material dasar naik 1,05%, sektor konsumer primer 1,99%, sektor kesehatan 2,21%, sektor property 1,23%, dan sektor infra sebanyak 1,81%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan dan industry.
Baca Juga
OJK Nilai Tambahan Dana SAL ke Himbara Rp 400 Triliun Jadi Peluang untuk Pendanaan Industri Pindar
Kenaikan tersebut juga ditopang pengutan sejumlah saham big cap, khsususnya saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, CDIA, dan CUAN. Kenaikan juga ditopang penguatan saham ENRGY, INDY, MORA, hingga INCO.
Adapun saham dengan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PRDL naik 25% menjadi Rp 340 dan AGAR naik 25% menjadi Rp 260. Meski tak ARA, saham ISEA melesat 20%, BRNA naik 18,58%, dan SKBM menguat 14,55%.
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 113,48 poin (1,92%) menjadi 6.037,84 dengan Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 437,67 miliar.
Baca Juga
Rupiah Menguat ke Rp18.093 per Dolar AS, S&P Tegaskan Peringkat Indonesia BBB Stabil
Penguatan ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 2,96%, energi 2,66%, industry 2,44%, konsumer primer 1,99%, keuangan 1,56%, sektor infrastruktur 1,57%. Sebaliknya penurunan tipis melanda saham sektor konsumer primer dan kesehatan.
Kenaikan indeks juga didukung lompatan saham emiten big bank, seperti BMRI naik 4,17%, BBNI naik 3,22%, BBRI 2,87%, dan BBCA naik 0,81%. Lompatan juga didukung penguatan pesat saham AMMN, BRPT, TPIA, EMAS, dan emiten Prajogo Pangestu lainnya.
